JAKARTA - Pengembangan kecerdasan buatan atau AI tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pakar AI Rusia, Evgeny Burnaev, mengingatkan teknologi ini membutuhkan kerja sama internasional karena bergantung pada data besar, daya komputasi raksasa, dan standar teknis yang sama.
China Daily dikutip Minggu, 2 Agustus, melaporkan, Burnaev menyampaikan pandangan itu setelah World Artificial Intelligence Conference digelar di Shanghai. Ia adalah penerima penghargaan pemerintah Rusia di bidang sains dan teknologi serta pernah memimpin pusat AI di Skolkovo Institute of Science and Technology, Rusia.
Menurut Burnaev, AI sudah berubah jauh. Teknologi ini tidak lagi berdiri sebagai bidang riset yang terpisah, tetapi menjadi infrastruktur penting untuk layanan kesehatan, produksi, logistik, hingga pemantauan iklim.
Ia mengatakan infrastruktur AI yang matang sulit dibangun tanpa kerja sama lintas negara. Sebab, pengembangan AI membutuhkan data dalam jumlah besar dan kemampuan komputasi yang tidak kecil.
Daya komputasi adalah kemampuan komputer memproses data dan menjalankan model AI dalam skala besar.
Burnaev juga menyoroti risiko lain. Teknologi AI yang ada saat ini bisa memperbesar kesenjangan pembangunan global bila tidak dikelola secara inklusif.
Untuk mencegah satu budaya atau satu sistem nilai mendominasi, Burnaev mengusulkan dua langkah. Negara-negara perlu bekerja sama dalam pendidikan dasar dan penelitian ilmiah. Dunia juga perlu memiliki tolok ukur global serta standar teknis yang sama dalam rekayasa AI.
Standar itu dibutuhkan agar sistem penting tidak gagal saat dipakai lintas negara dan lintas sektor.
Seruan Burnaev sejalan dengan posisi China yang mendorong tata kelola AI global. Wakil Kepala Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, Zhou Haibing, mengatakan negaranya akan mengoordinasikan pembangunan dan keamanan dalam pengembangan AI.
“China akan berpegang pada koordinasi pembangunan dan keamanan, secara aktif menjalankan multilateralisme, menjunjung konsep berpusat pada manusia dan AI untuk kebaikan, serta mendorong AI agar selalu berkembang ke arah yang bermanfaat, aman, dan adil,” kata Zhou.
China Daily menyebut komitmen itu mendapat perhatian internasional. Jurnal Inggris Nature sebelumnya menerbitkan artikel yang menyebut China memimpin tata kelola AI global dan meminta negara lain ikut menangani tantangan bersama dari perkembangan AI.
Dorongan China di bidang AI ditopang ekosistem industri yang besar. Data resmi yang dikutip China Daily menunjukkan negara itu memiliki lebih dari 6.000 perusahaan AI.
Skala industri inti AI China diperkirakan melampaui 1,2 triliun yuan atau sekitar 177,48 miliar dolar AS tahun ini. Angka itu naik hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut juga menyebut China menjadi pemegang paten AI terbesar di dunia. Model besar sumber terbuka buatan dalam negerinya telah mencatat lebih dari 10 miliar unduhan kumulatif secara global.
Pasar konsumen ikut bergerak cepat. Pada 2025, pengiriman tahunan perangkat pintar seperti ponsel AI dan komputer AI di China melampaui 100 juta unit.
BACA JUGA: #
Dengan pertumbuhan yang diperkirakan berlanjut tahun ini, penjualan ponsel AI dan komputer AI diproyeksikan untuk pertama kalinya melampaui produk non-AI.
Komputer AI adalah komputer yang dirancang untuk menjalankan fitur kecerdasan buatan secara lebih cepat di perangkat. Ponsel AI biasanya memiliki kemampuan AI bawaan untuk membantu pemrosesan gambar, suara, teks, dan tugas harian lain.
Di konferensi tersebut, Burnaev juga menyoroti banyaknya robot pintar yang dipamerkan. Ia menyebut embodied AI sebagai jalur utama pengembangan AI berikutnya.
Embodied AI adalah AI yang diterapkan pada mesin atau robot fisik sehingga dapat membaca lingkungan, mengambil keputusan, dan bertindak di dunia nyata.
Menurut Burnaev, kemunculan model robot berbasis penglihatan, bahasa, tindakan, dan kendali gerak dapat meningkatkan efisiensi otomasi industri. Teknologi itu juga dapat dipakai untuk menangani pekerjaan di lokasi berisiko tinggi.
“Konferensi ini memamerkan berbagai jenis robot dan model pendukung. Tren teknologi di bidang ini sangat layak diperhatikan, dan saya melihat banyak capaian teknologi yang menarik perhatian,” kata Burnaev.
[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)
Tag Terpopuler
[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)
[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)
[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)
[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)
[#giias 2026](https://voi.id/tag/18873/giias-2026)