JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat, inisiatif kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara di Indonesia.
Infrastruktur komputasi kecerdasan artifisial (AI) tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun dan menjadi fondasi pengembangan layanan AI bagi Indonesia maupun kawasan.
BACA JUGA: #
Menkomdigi, Meutya Hafid, menyatakan bahwa kolaborasi empat perusahaan teknologi global tersebut dapat menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia terhadap prospek ekonomi digital Indonesia.
“Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” kata Meutya dikutip Senin, 10 Agustus.
AI Factory merupakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar yang menyediakan daya pemrosesan untuk mengembangkan dan mengoperasikan berbagai layanan kecerdasan artifisial.
Berbeda dengan pusat data konvensional, AI Factory mengintegrasikan seluruh rantai nilai AI dalam satu ekosistem, mulai dari infrastruktur data center yang siap mendukung komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan dan sistem penyimpanan data, hingga layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi, pengelolaan beban kerja (workload management), serta operasional AI secara end-to-end.
Berdasarkan praktik global, pembangunan AI Factory dengan skala penuh membutuhkan investasi yang sangat besar. Sejumlah kajian internasional memperkirakan kebutuhan investasi mencapai sekitar 50 juta dolar AS untuk setiap 1 megawatt (MW) kapasitas komputasi AI secara end-to-end.
Dengan target kapasitas mencapai 1 gigawatt (1.000 MW), pembangunan AI Factory di Indonesia menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di kawasan Asia Tenggara.
Pembangunan tahap awal ditargetkan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas awal sekitar 200 megawatt (MW). Infrastruktur tersebut akan terus dikembangkan hingga mencapai target kapasitas 1 gigawatt.
Selain membangun infrastruktur komputasi, Zankore juga akan mengembangkan dan menghosting Sahabat-AI, model bahasa besar (*Large Language Model/*LLM) open-source Indonesia yang memiliki 70 miliar parameter dan mendukung berbagai bahasa daerah, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Platform tersebut juga dirancang menghadirkan layanan Token-as-a-Service, sehingga pemanfaatan komputasi AI dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, pelaku UMKM, kementerian dan lembaga, maupun pengembang aplikasi dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Yang dibangun bukan sekadar pusat data atau infrastruktur komputasi. Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor,” jelas Meutya.
Ia berharap, kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan.
Selain AI Factory, Meutya mengungkapkan pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia juga tengah berjalan di Cikarang dan ditargetkan diresmikan pada Desember mendatang.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut akan memperkuat rantai pasok industri AI nasional, mulai dari infrastruktur komputasi hingga industri pendukung.
[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)
Tag Terpopuler
[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)
[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)
[#senjata api](https://voi.id/tag/2786/senjata-api)
[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)
[#giias 2026](https://voi.id/tag/18873/giias-2026)