JAKARTA - Industri robot humanoid diperkirakan mencapai “momen ChatGPT” pada akhir 2028. Istilah itu menggambarkan saat sebuah teknologi yang sebelumnya hanya dikenal kalangan terbatas tiba-tiba menjadi populer, mudah digunakan, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat luas.
Dalam konteks robot humanoid, tahap tersebut berarti robot tidak lagi sekadar tampil di laboratorium atau pameran. Teknologi itu mulai mampu menjalankan berbagai tugas nyata dengan baik dan kegunaannya mudah dipahami masyarakat.
China Daily dikutip Kamis, 23 Juli, menyebut proyeksi tersebut disampaikan pendiri sekaligus Direktur Teknologi Galbot Co Ltd, Wang He. Perkiraan itu didasarkan pada laju pengumpulan data dan kecenderungan konvergensi model, yakni penyatuan berbagai kemampuan AI dalam satu sistem.
Menurut Wang, model pralatih yang kuat dan pelatihan lanjutan yang efisien menjadi kunci. Model dasar kecerdasan buatan berwujud yang dilatih dengan data besar dan lengkap, kata Wang, berpotensi mencapai tingkat keberhasilan 70 hingga 80 persen saat menjalankan tugas yang belum pernah dilatih secara khusus.
Kecerdasan buatan berwujud adalah AI yang bekerja melalui perangkat fisik, seperti robot, untuk mengenali lingkungan dan melakukan tindakan.
Kemampuan itu terlihat dalam World Artificial Intelligence Conference 2026 di Shanghai. Galbot G1 menyiapkan sarapan, memanggang roti, dan menuangkan minuman di hadapan pengunjung.
BACA JUGA: #
Penonton kemudian memindahkan roti, menggeser ketel, mengatur ulang cangkir dan piring, hingga menutup cangkir dengan tangan.
Galbot G1 tidak berhenti. Dalam hitungan milidetik, robot menemukan kembali posisi benda, menyusun ulang jalur gerak, dan menyelesaikan tugas tanpa terputus.
Wang mengatakan robot membutuhkan sistem terpadu yang bekerja seperti “otak dan otak kecil”. Model tersebut harus mampu memahami tugas sekaligus mengendalikan gerakan.
Menurut Wang, teknologi itu menjadi salah satu jalur untuk mendorong robot humanoid menuju titik balik kecerdasan umum buatan. Istilah ini merujuk pada AI yang mampu memahami dan mengerjakan berbagai tugas, tidak terbatas pada satu fungsi.
Produksi robot humanoid di China juga melonjak.
Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Ke Jixin mengatakan produksinya mencapai sekitar 20.000 unit pada tahun lalu. Jumlah itu melampaui 40.000 unit pada semester pertama tahun ini dan diperkirakan menembus 100.000 unit sepanjang tahun.
Jika proyeksi tersebut tercapai, produksi tahun ini menjadi lima kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Namun, kenaikan produksi tidak otomatis berarti industrinya sudah matang.
Ketua Komite Teknis Standardisasi Robot Humanoid dan Kecerdasan Berwujud sekaligus Ketua OpenAtom Foundation, Xie Shaofeng, mengatakan industri berkembang pesat, tetapi pelakunya masih berjalan sendiri-sendiri.
Menurut Xie, ada tiga tantangan utama. Jalur teknologi antarperusahaan berbeda jauh, standar produk masih kurang, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan semakin besar.
Ke memperkirakan dua hingga tiga tahun ke depan menjadi masa penting bagi sektor tersebut. Industri mulai berpindah dari purwarupa dan pertunjukan teknologi menuju pengiriman produk dalam jumlah besar.
Masalah baru muncul ketika robot mulai diproduksi hingga puluhan ribu unit. Ketidakcocokan komponen, perbedaan metode pengujian, dan batas keselamatan yang tidak jelas dapat membesar menjadi persoalan biaya, efisiensi, dan kepercayaan pasar.
Karena itu, peningkatan skala bukan hanya soal memperbanyak produksi. Komponen dari perusahaan berbeda harus dapat bekerja bersama dan kinerja robot perlu bisa dibandingkan.
Standar juga dibutuhkan agar pengguna yakin membeli serta memiliki acuan untuk perawatan setelah penjualan.
Ke meminta penyusunan standar untuk klasifikasi tingkat kecerdasan robot, pengelolaan data, dan keselamatan dipercepat.
Wakil Ketua Komite Teknis Jiang Lei mengatakan perangkat keras membutuhkan standar, sedangkan model AI memerlukan “tembok pengaman”. Kelompok standar pertama ditargetkan terbit pada akhir tahun ini.
[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)
Tag Terpopuler
[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)
[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)
[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)
[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)
[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)