cd /news/artificial-intelligence/ai-ubah-pasar-kerja-china-sopir-taks… · home topics artificial-intelligence article
[ARTICLE · art-82520] src=voi.id ↗ pub= topic=artificial-intelligence verified=true sentiment=↓ negative

AI Ubah Pasar Kerja China, Sopir Taksi dan Sineas Mulai Tersisih

Penggunaan AI skala besar di China mulai menekan pekerja, dari sopir taksi di Wuhan hingga pekerja film di Beijing, dengan pendapatan sopir taksi Yao Xinnong turun sekitar 40 persen sejak peluncuran Apollo Go pada 2022. The Guardian melaporkan bahwa jumlah pekerja fleksibel di China naik menjadi 320 juta orang tahun ini, setara 44 persen angkatan kerja, dan pemerintah mulai menyoroti dampak AI terhadap pekerjaan.

read4 min views1 publishedJul 31, 2026
AI Ubah Pasar Kerja China, Sopir Taksi dan Sineas Mulai Tersisih
Image: Voi (auto-discovered)

JAKARTA - Penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam skala besar mulai menekan pekerja di China. Dampaknya terasa dari sopir taksi di Wuhan hingga pekerja film di Beijing.

The Guardian dikutip Jumat, 31 Juli, melaporkan, kecemasan pekerja terhadap AI meningkat di tengah pasar tenaga kerja China yang rapuh. Teknologi itu kini diterapkan cepat di sektor transportasi, perkantoran, dan industri kreatif.

Di Wuhan, robotaxi Apollo Go yang dioperasikan Baidu menjadi sorotan setelah beberapa unitnya mengalami gangguan sistem pada Maret. Mobil tanpa sopir itu berhenti mendadak di jalan dan membuat penumpang terjebak berjam-jam.

Armada robotaxi tersebut kemudian ditarik dari jalanan Wuhan selama beberapa bulan untuk penyelidikan.

Gangguan itu berdampak berbeda bagi Yao Xinnong, sopir taksi berusia 45 tahun. Pendapatannya kembali naik setelah penumpang beralih lagi ke taksi biasa.

Sebelumnya, pendapatan Yao turun sekitar 40 persen sejak Apollo Go diluncurkan pada 2022.

“Saya sejujurnya tidak terlalu menyukai mereka,” kata Yao kepada The Guardian tentang taksi tanpa sopir itu. “Dampaknya sangat besar.”

AI adalah teknologi yang memungkinkan mesin menjalankan tugas yang biasanya membutuhkan kemampuan manusia. Di China, AI didorong dalam skala besar, termasuk lewat layanan robotaxi.

BACA JUGA: #

Saat berbicara di World AI Conference di Shanghai pada Juli, Presiden China Xi Jinping mengatakan AI seharusnya menjadi “pendorong penting bagi kesejahteraan bersama dan keamanan bersama”.

Namun, penerapan AI berjalan saat pasar kerja China sedang tidak kuat. Selain menghadapi pengangguran tinggi, China juga melihat banyak pekerja keluar dari pekerjaan formal dan masuk ke ekonomi gig.

Ekonomi gig adalah pola kerja fleksibel berbasis proyek atau aplikasi, seperti transportasi online dan pekerjaan lepas.

Menurut sebuah lembaga kajian, jumlah pekerja fleksibel di China diperkirakan naik menjadi 320 juta orang tahun ini. Pada 2019, jumlahnya 160 juta orang. Angka terbaru itu setara sekitar 44 persen dari angkatan kerja China.

Sopir taksi menjadi salah satu kelompok yang terdampak. Ketika sektor real estat dan pendidikan melemah, banyak pekerja beralih ke aplikasi transportasi online untuk mencari penghasilan. Kini, mereka menghadapi persaingan dari robotaxi.

“Jika negara benar-benar mempertimbangkan Anda, Apollo Go tidak akan pernah masuk pasar,” kata seorang sopir Wuhan dikutip The Guardian.

“Jika ke depan keadaan terus seperti ini, tentu, perkembangan cepat dan kemajuan ilmu pengetahuan itu bagus. Tetapi orang biasa seperti kami tidak akan punya tempat untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Pada 2024, sopir taksi di Wuhan memprotes peluncuran Apollo Go. Jumlah peserta protes tidak jelas karena kabar tentang aksi itu cepat disensor.

Beberapa sopir yang diwawancarai di Wuhan mengatakan mereka mendengar protes tersebut, tetapi membantah ikut terlibat.

Pada tahun yang sama, sebuah perusahaan taksi di Wuhan secara terbuka mengkritik kebijakan pemerintah yang mengizinkan otomasi masuk ke jalan kota.

“Kenaikan terbaru kendaraan ride-hailing otonom telah memungkinkan teknologi memonopoli sumber daya dan mengambil mata pencaharian masyarakat di lapisan bawah,” demikian isi surat perusahaan itu.

Ketika The Guardian mengunjungi kantor perusahaan taksi tersebut pada Juli, seorang karyawan menolak diwawancarai. Ia menyebut ada kesepakatan dengan polisi untuk menolak wawancara dan risiko penahanan bila melanggarnya.

Pemerintah China belakangan mulai menyoroti dampak AI terhadap pekerjaan. Editorial Workers’ Daily, media yang dikelola negara, menyebut hak ketenagakerjaan “menghadapi tantangan baru” di era AI.

Artikel itu juga memperingatkan adanya “benturan antara aturan ketenagakerjaan tradisional dan iterasi teknologi AI”.

Pemerintah China baru-baru ini berjanji menangani dampak perubahan lingkungan eksternal dan perkembangan teknologi baru seperti AI terhadap ketenagakerjaan.

Selina Xu, analis teknologi China, mengatakan ada “pergeseran suasana besar” dari Beijing. Setelah keberhasilan model AI lokal DeepSeek tahun lalu, China sangat mendukung pengembangan AI.

Menurut Xu, pedoman baru yang terbit tahun ini lebih menekankan AI untuk mendorong lapangan kerja dan pendekatan yang mengutamakan manusia.

Cheng Wanhui, pejabat di zona teknologi tinggi Zhongguancun, Beijing, mengatakan otoritas memperhatikan isu sosial dan etika yang dibawa AI.

“Kuncinya adalah semua orang mengubah pola pikir, melihat AI sebagai alat, dan belajar bagaimana menerapkannya dalam pekerjaan masa depan,” kata Cheng.

The Guardian juga mencatat, sejumlah putusan pengadilan terbaru memberi kompensasi kepada pekerja kantoran yang diberhentikan setelah perusahaan mengganti mereka dengan AI.

Namun, banyak pekerja khawatir penggunaan AI justru menjadi hambatan untuk mendapatkan pekerjaan sejak awal.

Kekhawatiran juga muncul di industri film. Tian Zemin, sinematografer di Beijing, sudah hampir dua dekade bekerja di industri tersebut. Kini ia menganggur.

“Saya menghabiskan enam tahun yang melelahkan untuk naik menjadi sinematografer, hanya untuk digantikan oleh sebuah perangkat lunak,” tulis Tian di media sosial.

“Saya pikir saya akan menghabiskan seluruh hidup saya di industri ini. Tetapi kemunculan AI membuat saya merasakan guncangan besar untuk pertama kalinya,” kata Tian kepada The Guardian.

Banyak rekan Tian juga tersisih ketika AI makin banyak digunakan di industri film. Tarif Tian sebagai pekerja lepas kini tinggal 40 persen dari tarifnya pada 2019.

Menurut Tian, perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Tahun lalu, AI masih menghasilkan avatar yang terlihat buruk dan aneh. Kini, AI bisa membuat klona digital yang meyakinkan untuk film panjang.

“Kami hampir tidak punya waktu untuk bereaksi,” kata Tian.

Sejumlah analis menilai China lebih mampu menahan dampak kehilangan pekerjaan akibat AI dibandingkan Amerika Serikat karena pemerintah memiliki kendali besar atas sektor swasta. Beijing, misalnya, dapat meminta perusahaan mematuhi kuota perekrutan, kata Xu.

Namun, Tian mengatakan pekerja tetap berada dalam posisi rentan.

“Kami bisa digantikan kapan saja,” katanya. “Mungkin satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah beradaptasi secepat mungkin, dan mencoba menemukan sudut yang belum bisa digantikan AI. Tetapi sudut itu makin lama makin kecil.”

[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +

](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)

Tag Terpopuler

[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)

[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)

[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)

[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)

[#giias 2026](https://voi.id/tag/18873/giias-2026)
── more in #artificial-intelligence 4 stories · sorted by recency
── more on @baidu 3 stories trending now
sponsored brought to you by zahid.host 4,200+ EU-deployed projects
reading about agents? ship yours in a single git push.

Run your AI side-project on zahid.host

EU-based hosting, git-push deploys, automatic HTTPS, no cold starts. Free tier with a custom domain — perfect for shipping the agent you just read about.

$git push zahid main
Live at https://your-agent.zahid.host
Get free account → Pricing
from €0/mo · no card required
LIVE [news/ai-ubah-pasar-kerja-…] indexed:0 read:4min 2026-07-31 ·