JAKARTA - Pasar global melemah pada Jumat. Ketegangan Amerika Serikat dan Iran serta aksi jual saham semikonduktor mendorong investor menjauh dari aset berisiko, seperti saham.
Anadolu Agency dikutip Jumat, 17 Juli, menyebut saham produsen cip masih berada di bawah tekanan karena pasar mempertanyakan apakah investasi besar dalam kecerdasan buatan atau AI mampu menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
Serangan yang kembali terjadi antara Washington dan Teheran juga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Pasar khawatir kenaikan harga minyak yang bertahan lama dapat kembali mendorong inflasi. Kondisi itu dapat membuat bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, lebih sulit menentukan arah suku bunga.
Data inflasi AS pekan ini menunjukkan tekanan harga secara umum mulai mereda. Namun, lonjakan biaya energi membuat investor tetap berhati-hati.
Presiden The Fed Dallas Lorie Logan mengatakan pengetatan kebijakan mungkin diperlukan jika inflasi tidak bergerak menuju target 2 persen. Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid juga menilai inflasi masih terlalu tinggi.
Di sisi lain, ekonomi AS masih memiliki daya tahan. Penjualan ritel naik 0,2 persen secara bulanan pada Juni, sedangkan klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 208.000 pada pekan yang berakhir 11 Juli.
BACA JUGA: #
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tidak berubah di level 4,55 persen. Indeks dolar naik 0,1 persen menjadi 100,8.
Harga minyak Brent naik 0,1 persen menjadi 84,10 dolar AS per barel dan berada di jalur kenaikan mingguan terkuat dalam tiga bulan.
Harga emas bertahan di sekitar 3.976 dolar AS per ons. Pembelian emas sebagai aset aman akibat konflik Timur Tengah tertahan oleh penguatan dolar dan tekanan dari kenaikan harga minyak.
Wall Street ditutup melemah pada Kamis. Penurunan saham cip menutupi laporan keuangan perusahaan yang sebenarnya cukup kuat.
Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co atau TSMC turun 2,3 persen meski laba kuartal kedua melonjak 77,4 persen. Tekanan muncul setelah perusahaan menaikkan perkiraan belanja.
Intel jatuh 5,8 persen, Micron Technology turun 5,7 persen, Arm Holdings melemah 5,4 persen, sedangkan AMD dan Broadcom masing-masing kehilangan 5 persen.
Alphabet turun 4,4 persen setelah muncul laporan bahwa perusahaan menunda peluncuran model AI Gemini 3.5 Pro.
Netflix merosot 8,9 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, yakni setelah pasar reguler tutup, meski pendapatan kuartal kedua naik 13,4 persen menjadi 12,6 miliar dolar AS.
United Airlines turun 1,8 persen setelah memperingatkan kenaikan harga minyak dapat menambah biaya bahan bakar sekitar 6 miliar dolar AS tahun ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2 persen pada Kamis. S&P 500 melemah 0,51 persen, sedangkan Nasdaq Composite jatuh 1,47 persen. Indeks utama AS kembali dibuka turun pada Jumat.
Pasar Eropa ikut melemah. Laporan keuangan perusahaan yang lebih lemah dari perkiraan dan kekhawatiran terhadap valuasi saham AI yang tinggi menekan sentimen.
Zona euro mencatat defisit perdagangan 8,9 miliar dolar AS pada Mei. Setahun sebelumnya, kawasan itu masih membukukan surplus 17,15 miliar dolar AS.
Pada Kamis, FTSE 100 Inggris naik 0,54 persen. CAC 40 Prancis turun 0,05 persen, DAX 40 Jerman melemah 0,34 persen, dan FTSE MIB Italia turun 0,07 persen.
Anadolu Agency juga mencatat pasar Asia bergerak turun menjelang penutupan Jumat. Nikkei 225 Jepang anjlok 6,4 persen, Shanghai Composite China turun 1,6 persen, dan Hang Seng Hong Kong melemah 2 persen. Sementara pasar Korea Selatan tutup karena hari libur.
[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)
Tag Terpopuler
[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)
[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)
[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)
[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)
[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)