TOKYO – Jepang memperluas kemitraan kecerdasan buatan dengan India, Prancis, dan Malaysia. Tokyo juga menyiapkan dialog serupa dengan Inggris serta Brasil untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan AI besar Amerika Serikat dan China.
Kyodo News dikutip Sabtu, 25 Juli, menyebut kerja sama itu juga ditujukan untuk membantu perusahaan Jepang berkembang di pasar luar negeri. Di dalam negeri, pemerintah berusaha membangun ekosistem AI nasional yang lebih kuat.
Jepang menilai persaingan AI yang semakin ketat membuat kerja sama antarnegara lebih penting daripada bergerak sendiri.
Risiko ketergantungan pada teknologi asing ikut terlihat setelah Amerika Serikat membatasi akses terhadap model Fable dan Mythos milik pengembang AI Anthropic.
Pada pertemuan puncak awal Juli, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri India Narendra Modi sepakat memperdalam kerja sama di bidang AI, pusat data, dan semikonduktor.
BACA JUGA: #
Kedua pemimpin juga sepakat menggelar dialog AI secara berkala melalui kerangka kerja yang dimulai pada April.
Jepang dan Prancis lebih dulu mengadakan pertemuan tingkat tinggi pertama mengenai AI di Paris pada Juni. Pembahasan mencakup kerja sama dengan negara-negara Global South.
Global South umumnya merujuk pada negara-negara berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan lain.
Sejumlah perusahaan Jepang hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk SoftBank Group dan perusahaan rintisan AI Sakana AI.
Pada pertengahan Juli, Jepang dan Malaysia menggelar pertemuan pertama melalui platform AI yang mempertemukan perusahaan kedua negara.
Platform tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan Jepang dan Malaysia mencari solusi atas berbagai persoalan sosial dengan menggunakan AI.
Pembentukannya disepakati dalam pertemuan bilateral di Tokyo pada Juni. Jepang juga sedang menyiapkan kerangka dialog AI dengan Inggris dan Brasil.
“Ini merupakan isu diplomatik penting yang berdampak langsung terhadap keamanan nasional,” kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang.
Pemerintahan Takaichi mendorong investasi pemerintah dan swasta di sektor strategis, termasuk AI. Langkah itu menjadi bagian dari kebijakan untuk memperkuat keamanan nasional.
Kabinet Jepang pada pertengahan Juli menyetujui pembaruan Rencana Dasar AI. Pembaruan dilakukan sekitar enam bulan setelah versi sebelumnya ditetapkan.
Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah mengikuti perkembangan AI yang sangat cepat.
Rencana itu mendorong pengembangan AI vertikal untuk kebutuhan industri tertentu serta AI fisik yang memadukan kecerdasan buatan dengan robotika.
Pengembangan kedua bidang tersebut akan memanfaatkan kekuatan industri yang telah dimiliki Jepang.
Pemerintah juga menargetkan kedaulatan AI melalui kerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa.
Kedaulatan AI adalah kemampuan suatu negara mengendalikan pengembangan dan penggunaan teknologi AI penting tanpa ketergantungan berlebihan pada pihak luar.
[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)
Tag Terpopuler
[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)
[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)
[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)
[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)
[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)