JAKARTA - OpenAI menutup Atlas, browser berbasis kecerdasan buatan atau AI yang diluncurkan pada Oktober dengan ChatGPT sebagai inti layanan. Namun, langkah itu bukan berarti OpenAI mundur dari ambisi membuat AI ikut membantu pengguna menjelajahi internet.
TechCrunch dikutip Jumat, 10 Juli, melaporkan, OpenAI justru memindahkan sebagian fitur penjelajahan berbasis agen yang sebelumnya diuji di Atlas ke aplikasi desktop ChatGPT dan ekstensi Google Chrome.
Fitur berbasis agen berarti sistem AI dapat membantu menjalankan tugas tertentu atas perintah pengguna, bukan sekadar menjawab pertanyaan. Dalam konteks browser, AI bisa membaca halaman web, merangkum isi, hingga membantu memulai pekerjaan yang lebih panjang.
Penutupan Atlas terjadi beberapa bulan setelah CEO aplikasi OpenAI Fidji Simo meminta tim mengurangi “side quests” atau proyek sampingan. Arahan itu disebut berujung pada penutupan Sora, alat pembuat video berbasis AI milik OpenAI.
Persaingan browser AI memang sedang ramai. Dalam setahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi mencoba mengganggu posisi Chrome sebagai pintu utama orang mengakses internet.
Perplexity meluncurkan Comet. The Browser Company merilis Dia. Google dan Microsoft juga memperbarui Chrome serta Edge dengan fitur baru berbasis AI.
另请阅读: #
TechCrunch menyebut, setelah beberapa bulan bereksperimen, OpenAI tampaknya melihat browser sebagai fitur, bukan tujuan akhir. Karena itu, kemampuan agen mirip browser milik Atlas dibawa ke tempat yang sudah biasa dipakai pengguna untuk bekerja.
Salah satunya Chrome. OpenAI meluncurkan ekstensi ChatGPT di browser milik Google itu. Ekstensi tersebut dapat membaca konteks halaman yang sedang dibuka pengguna.
Lewat ekstensi itu, pengguna bisa bertanya tentang isi halaman web, meminta ringkasan, atau memulai tugas lebih panjang langsung dari browser.
Fitur ini akan berhadapan langsung dengan Gemini Side Panel milik Google. Layanan Google itu juga dapat membantu pengguna membaca, merangkum, dan mengolah informasi dari halaman web.
OpenAI juga memperkuat aplikasi desktop ChatGPT dengan browser yang lebih lengkap. Pengguna dapat menjelajahi situs, masuk ke akun, mengunduh file, dan berinteraksi dengan halaman web tanpa keluar dari ChatGPT.
Selain itu, OpenAI menyiapkan browser cloud yang berjalan dari jarak jauh di server perusahaan. Browser ini menjadi tempat agen AI menyelesaikan tugas atas nama pengguna.
Dengan cara itu, fitur Atlas tetap hidup, tetapi berada di Chrome, aplikasi desktop ChatGPT, dan agen AI yang bekerja di belakang layar.
[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)
Tag Terpopuler
[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)
[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)
[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)
[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)
[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)