cd /news/artificial-intelligence/buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-s… · home topics artificial-intelligence article
[ARTICLE · art-59793] src=voi.id ↗ pub= topic=artificial-intelligence verified=true sentiment=↓ negative

Buku Bekas Diborong untuk Latih AI, Salinan Fisiknya Dilaporkan Dihancurkan

AI companies are buying thousands of used books, scanning their contents to train AI models, and then destroying or recycling the physical copies, sparking renewed copyright debates. The practice, reported by The Washington Post, involves companies like Anthropic spending tens of millions of dollars through 'Project Panama' to digitize millions of print books, while used book dealers in Europe report unusual bulk orders from a Canadian firm, Zoom Books.

read2 min views1 publishedJul 15, 2026
Buku Bekas Diborong untuk Latih AI, Salinan Fisiknya Dilaporkan Dihancurkan
Image: Voi (auto-discovered)

JAKARTA – Perusahaan kecerdasan buatan dilaporkan membeli ribuan buku bekas, memindai isinya untuk melatih model AI, lalu menghancurkan atau mendaur ulang salinan fisiknya. Praktik itu memperbesar perdebatan soal hak cipta.

Menurut laporan Anadolu Agency, dikutip Selasa, 14 Juli, pedagang buku antik di sejumlah negara Eropa menerima pesanan dalam jumlah tidak biasa dari perusahaan Kanada, Zoom Books, sejak awal tahun.

Perusahaan itu disebut banyak mencari buku nonfiksi dan akademis terbitan 1970-an. Dalam satu transaksi, jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan buku dari satu penjual.

Buku-buku tersebut dilaporkan dikirim ke gudang sementara di Jerman sebelum dibawa ke Kanada dan Amerika Serikat.

BACA JUGA: #

The Washington Post menyebut sebagian buku diproses dengan metode pemindaian destruktif. Jilid dilepas, halaman dipindai memakai mesin industri berkecepatan tinggi, lalu sisa fisiknya didaur ulang.

Surat kabar itu juga melaporkan Anthropic menghabiskan puluhan juta dolar AS melalui “Project Panama” untuk membeli dan mendigitalkan jutaan buku cetak.

Dokumen pengadilan yang dikutip The Washington Post menyebut Anthropic merekrut tenaga ahli yang sebelumnya terlibat dalam proyek digitalisasi buku milik Google.

Zoom Books membantah ikut mendigitalkan dan menghancurkan buku untuk pengembangan AI.

Polemik ini muncul karena perusahaan AI membutuhkan bahan dalam jumlah sangat besar untuk melatih model, yakni sistem yang belajar dari kumpulan teks dan data.

Jannis Lennartz dari Humboldt University Berlin mengatakan pengembang AI mulai melirik buku fisik karena sumber digital untuk bahan pelatihan makin terbatas.

Dalam tulisannya berjudul AI Is Eating the Book World, Lennartz menyebut meningkatnya permintaan terhadap buku bekas mencerminkan persoalan hukum yang belum selesai dan kekhawatiran budaya yang lebih luas.

Ia mengatakan sejumlah putusan pengadilan di Amerika Serikat dalam perkara Anthropic dan Meta cenderung menguntungkan perusahaan AI lewat doktrin penggunaan wajar atau fair use. Doktrin ini dalam kondisi tertentu mengizinkan penggunaan karya berhak cipta tanpa izin, tetapi bukan izin tanpa batas.

Pendekatan Uni Eropa berbeda. Direktif Pasar Tunggal Digital mengizinkan penambangan teks dan data, yakni pemrosesan kumpulan materi dalam jumlah besar untuk menemukan pola atau melatih sistem komputer, dalam kondisi tertentu.

Pemegang hak tetap dapat menolak karya mereka digunakan. Namun, ketidakpastian muncul pada buku-buku lama yang terbit sebelum aturan itu berlaku. Banyak edisi tidak memuat pernyataan penolakan, sedangkan sebagian penerbit atau penulis tak lagi dapat menggunakan hak tersebut.

Perdebatan serupa pernah terjadi saat Google mendigitalkan lebih dari 40 juta buku. Pengadilan AS akhirnya menilai proyek itu termasuk penggunaan wajar karena basis data pencarian dan cuplikan terbatas dianggap memberi fungsi baru tanpa menggantikan pasar buku asli.

Penolakan penulis dan penerbit belum surut. Awal tahun ini, ribuan penulis menerbitkan buku kosong simbolis berjudul Don’t Steal This Book untuk memprotes penggunaan karya tanpa izin atau pembayaran.

Pada Desember 2025, Amazon juga memperkenalkan fitur Kindle yang memungkinkan pembaca berinteraksi dengan buku menggunakan AI.

Sejumlah penulis khawatir isi buku dipakai untuk melatih model AI. Amazon menyatakan fitur tersebut tidak menggunakan isi buku untuk pelatihan model dan hanya merupakan pengembangan dari fungsi pencarian Kindle.

[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +

](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)

Tag Terpopuler

[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)

[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)

[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)

[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)

[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)
── more in #artificial-intelligence 4 stories · sorted by recency
── more on @anthropic 3 stories trending now
sponsored brought to you by zahid.host 4,200+ EU-deployed projects
reading about agents? ship yours in a single git push.

Run your AI side-project on zahid.host

EU-based hosting, git-push deploys, automatic HTTPS, no cold starts. Free tier with a custom domain — perfect for shipping the agent you just read about.

$git push zahid main
Live at https://your-agent.zahid.host
Get free account → Pricing
from €0/mo · no card required
LIVE [news/buku-bekas-diborong-…] indexed:0 read:2min 2026-07-15 ·