{"slug": "buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-salinan-fisiknya-dilaporkan-dihancurkan", "title": "Buku Bekas Diborong untuk Latih AI, Salinan Fisiknya Dilaporkan Dihancurkan", "summary": "AI companies are buying thousands of used books, scanning their contents to train AI models, and then destroying or recycling the physical copies, sparking renewed copyright debates. The practice, reported by The Washington Post, involves companies like Anthropic spending tens of millions of dollars through 'Project Panama' to digitize millions of print books, while used book dealers in Europe report unusual bulk orders from a Canadian firm, Zoom Books.", "body_md": "JAKARTA – Perusahaan kecerdasan buatan dilaporkan membeli ribuan buku bekas, memindai isinya untuk melatih model AI, lalu menghancurkan atau mendaur ulang salinan fisiknya. Praktik itu memperbesar perdebatan soal hak cipta.\n\nMenurut laporan Anadolu Agency, dikutip Selasa, 14 Juli, pedagang buku antik di sejumlah negara Eropa menerima pesanan dalam jumlah tidak biasa dari perusahaan Kanada, Zoom Books, sejak awal tahun.\n\nPerusahaan itu disebut banyak mencari buku nonfiksi dan akademis terbitan 1970-an. Dalam satu transaksi, jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan buku dari satu penjual.\n\nBuku-buku tersebut dilaporkan dikirim ke gudang sementara di Jerman sebelum dibawa ke Kanada dan Amerika Serikat.\n\n## BACA JUGA:\n\nThe Washington Post menyebut sebagian buku diproses dengan metode pemindaian destruktif. Jilid dilepas, halaman dipindai memakai mesin industri berkecepatan tinggi, lalu sisa fisiknya didaur ulang.\n\nSurat kabar itu juga melaporkan Anthropic menghabiskan puluhan juta dolar AS melalui “Project Panama” untuk membeli dan mendigitalkan jutaan buku cetak.\n\nDokumen pengadilan yang dikutip The Washington Post menyebut Anthropic merekrut tenaga ahli yang sebelumnya terlibat dalam proyek digitalisasi buku milik Google.\n\nZoom Books membantah ikut mendigitalkan dan menghancurkan buku untuk pengembangan AI.\n\nPolemik ini muncul karena perusahaan AI membutuhkan bahan dalam jumlah sangat besar untuk melatih model, yakni sistem yang belajar dari kumpulan teks dan data.\n\nJannis Lennartz dari Humboldt University Berlin mengatakan pengembang AI mulai melirik buku fisik karena sumber digital untuk bahan pelatihan makin terbatas.\n\nDalam tulisannya berjudul AI Is Eating the Book World, Lennartz menyebut meningkatnya permintaan terhadap buku bekas mencerminkan persoalan hukum yang belum selesai dan kekhawatiran budaya yang lebih luas.\n\nIa mengatakan sejumlah putusan pengadilan di Amerika Serikat dalam perkara Anthropic dan Meta cenderung menguntungkan perusahaan AI lewat doktrin penggunaan wajar atau fair use. Doktrin ini dalam kondisi tertentu mengizinkan penggunaan karya berhak cipta tanpa izin, tetapi bukan izin tanpa batas.\n\nPendekatan Uni Eropa berbeda. Direktif Pasar Tunggal Digital mengizinkan penambangan teks dan data, yakni pemrosesan kumpulan materi dalam jumlah besar untuk menemukan pola atau melatih sistem komputer, dalam kondisi tertentu.\n\nPemegang hak tetap dapat menolak karya mereka digunakan. Namun, ketidakpastian muncul pada buku-buku lama yang terbit sebelum aturan itu berlaku. Banyak edisi tidak memuat pernyataan penolakan, sedangkan sebagian penerbit atau penulis tak lagi dapat menggunakan hak tersebut.\n\nPerdebatan serupa pernah terjadi saat Google mendigitalkan lebih dari 40 juta buku. Pengadilan AS akhirnya menilai proyek itu termasuk penggunaan wajar karena basis data pencarian dan cuplikan terbatas dianggap memberi fungsi baru tanpa menggantikan pasar buku asli.\n\nPenolakan penulis dan penerbit belum surut. Awal tahun ini, ribuan penulis menerbitkan buku kosong simbolis berjudul Don’t Steal This Book untuk memprotes penggunaan karya tanpa izin atau pembayaran.\n\nPada Desember 2025, Amazon juga memperkenalkan fitur Kindle yang memungkinkan pembaca berinteraksi dengan buku menggunakan AI.\n\nSejumlah penulis khawatir isi buku dipakai untuk melatih model AI. Amazon menyatakan fitur tersebut tidak menggunakan isi buku untuk pelatihan model dan hanya merupakan pengembangan dari fungsi pencarian Kindle.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)\n\n### Tag Terpopuler\n\n[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)\n\n[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)\n\n[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)\n\n[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)\n\n[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)", "url": "https://wpnews.pro/news/buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-salinan-fisiknya-dilaporkan-dihancurkan", "canonical_source": "https://voi.id/teknologi/584830/buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-salinan-fisiknya-dilaporkan-dihancurkan", "published_at": "2026-07-15 01:45:00+00:00", "updated_at": "2026-07-15 01:49:49.778322+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-ethics", "ai-policy", "ai-research"], "entities": ["Anthropic", "Zoom Books", "Google", "Amazon", "Humboldt University Berlin", "Jannis Lennartz", "The Washington Post", "Anadolu Agency"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-salinan-fisiknya-dilaporkan-dihancurkan", "markdown": "https://wpnews.pro/news/buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-salinan-fisiknya-dilaporkan-dihancurkan.md", "text": "https://wpnews.pro/news/buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-salinan-fisiknya-dilaporkan-dihancurkan.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/buku-bekas-diborong-untuk-latih-ai-salinan-fisiknya-dilaporkan-dihancurkan.jsonld"}}