# Tyga Akui Gunakan AI dalam Proses Keproduksian Album Baru

> Source: <https://voi.id/musik/588982/tyga-akui-gunakan-ai-dalam-proses-keproduksian-album-baru>
> Published: 2026-08-10 07:35:00+00:00

JAKARTA - Rapper asal California, Amerika Serikat, [Tyga](https://voi.id/teknologi/134436/rapper-tyga-pamerkan-nft-innocent-cats-di-akun-instagram-berapa-harganya), mengonfirmasi penggunaan kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI) sebagai instrumen pendukung dalam proses pembuatan album studio kesembilannya, “$tarface”.

Adapun album “$tarface” menghadirkan sentuhan musik synthpop era 1980-an dengan mengusung persona baru Tyga.

Keputusan memanfaatkan AI dikonfirmasi setelah muncul spekulasi di kalangan penggemar mengenai elemen suara elektronik dalam album tersebut.

Musisi bernama asli Micheal Ray Stevenson itu menegaskan tidak memedulikan potensi kritik dari para pendengar terkait keputusan kreatifnya. Ia menganalogikan penggunaan AI dengan inovasi teknologi musik terdahulu yang sempat memicu kontroversi saat pertama kali muncul di industri.

"Saya belum pernah membicarakan hal ini kepada siapa pun karena saya selalu merasa ini mirip seperti pesulap yang menjelaskan cara dia melakukan triknya. Mengapa orang-orang terlalu banyak menjelaskan bagaimana mereka membuat karya yang bagus? Jika Anda menyukainya, Anda menyukainya; jika tidak, ya tidak. Ini seharusnya memberi Anda sebuah pengalaman dan perasaan," kata Tyga dalam wawancara terbaru dengan Vibe.

Sang rapper menambahkan, teknologi merupakan keniscayaan atas perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari oleh para pelaku industri kreatif.

"Namun kami pasti menggunakan AI sebagai (alat). Dan saya tahu orang-orang akan marah karena saya mengatakan ini, tetapi inilah arah perkembangan teknologi. Ini tidak ada bedanya dengan saat Auto-Tune pertama kali keluar. Beberapa orang menentangnya, tetapi seniman sejati mengambil dan menggunakannya," tuturnya.

Secara teknis Tyga menjelaskan, AI dimanfaatkan untuk mempercepat pembuatan instrumen pendukung, seperti elemen synth era 1980-an dan solo gitar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh vokal utama dan produksi dasar album tetap dibuat secara manual tanpa bantuan AI.

## BACA JUGA:

Adapun pemanfaatan AI di industri musik global saat ini menjadi isu yang memicu pembelahan opini. Musisi seperti Luke Steele dari Empire of The Sun mendukung penggunaan AI dan menyebutnya mirip dengan "pedal gitar yang sangat pintar". Di sisi lain, figur seperti Thomas Bangalter dari Daft Punk menolak keras AI karena dinilai memotong proses kreatif alami.

Isu keberadaan konten AI juga mendorong respons tegas dari platform penyedia layanan streaming musik global. TIDAL secara resmi mengonfirmasi tidak akan membayar royalti untuk setiap karya musik yang dibuat secara penuh menggunakan kecerdasan buatan.

Sementara itu, platform Deezer melaporkan bahwa unggahan musik berbasis AI kini telah melampaui angka 50 persen dari total unggahan harian di platform mereka.

[
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)

### Tag Terpopuler

[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)

[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)

[#senjata api](https://voi.id/tag/2786/senjata-api)

[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)

[#giias 2026](https://voi.id/tag/18873/giias-2026)
