{"slug": "robot-humanoid-masuk-kelas-guru-new-york-sebut-tak-pantas", "title": "Robot Humanoid Masuk Kelas, Guru New York Sebut Tak Pantas", "summary": "A plan to introduce a humanoid robot named Sally at Salamanca High School in New York has sparked protests from teachers and local residents, who call it inappropriate and culturally insensitive given the school's large Native American student population. The robot, purchased by the Cattaraugus County School District for $57,590, is part of a pilot program with an AI teaching assistant set for fall 2026, but the Salamanca Teachers' Association president Lacey Pihlblad expressed concerns over software security and data privacy, while New York State United Teachers president Melinda Pearson called the program \"really inappropriate\" and warned it could dehumanize education.", "body_md": "JAKARTA - Rencana penggunaan robot humanoid di sebuah SMA di New York memicu protes dari guru dan warga setempat. Program itu dinilai tidak pantas, dikhawatirkan menghilangkan unsur manusiawi dalam pendidikan, dan dianggap tidak peka secara budaya karena diterapkan di sekolah dengan banyak siswa Native American. Native American adalah masyarakat adat di Amerika Serikat.\n\nThe Guardian dikutip Sabtu, 25 Juli, melaporkan, robot bernama Sally akan diperkenalkan di Salamanca High School, Salamanca, New York. Sekolah itu berada di wilayah Allegany milik Bangsa Seneca.\n\nRobot humanoid tersebut menjadi bagian dari program percontohan bersama asisten pengajar berbasis AI. Program terbatas itu direncanakan untuk musim gugur 2026. Untuk diketahui, robot humanoid adalah robot yang dibuat menyerupai manusia, baik dari bentuk, ekspresi, maupun cara berinteraksi.\n\nSally dibeli Cattaraugus County School District, distrik yang menaungi Salamanca High School, seharga 57.590 dolar AS.\n\nMenurut presentasi program, Sally akan memakai sistem tertutup. Namun, robot itu tersedia secara virtual selama 24 jam bagi siswa yang memiliki akses dan menawarkan pembelajaran personal.\n\nRealbotix menyebut distrik tersebut akan menjadi yang pertama di Amerika Serikat yang menggunakan robot humanoid dan asisten pengajar AI.\n\nDalam siaran persnya, Realbotix mengatakan program Salamanca mencakup penggunaan robot humanoid Realbotix M-Series. Robot itu memakai percakapan alami, ekspresi wajah, dan interaksi waktu nyata untuk menciptakan pengalaman belajar langsung.\n\nNamun, Lacey Pihlblad, Presiden Salamanca Teachers’ Association sekaligus guru di SMA tersebut, mengatakan serikat guru khawatir dengan latar belakang Realbotix dan keamanan perangkat lunak yang akan digunakan.\n\n“Kami sangat khawatir dengan keamanan perangkat lunak yang mereka terapkan, apakah data akan disimpan, bagaimana data akan dikumpulkan, dan apakah ada kemampuan perekaman,” kata Pihlblad.\n\n## BACA JUGA:\n\nIa meminta distrik sekolah menunda penggunaan robot dan perangkat lunak AI itu sampai lebih banyak pihak dilibatkan.\n\nMenurut Pihlblad, New York saat ini justru mulai bergerak mengurangi paparan teknologi berlebihan di ruang kelas.\n\n“Menempatkan robot humanoid di ruang kelas untuk berinteraksi dengan anak-anak kita, menurut saya, adalah langkah besar ke arah yang salah,” kata Pihlblad.\n\nSerikat guru juga sedang menyelesaikan negosiasi kontrak baru dan berencana memasukkan perlindungan terkait kecerdasan buatan.\n\nKritik juga datang dari Melinda Pearson, Presiden New York State United Teachers, organisasi induk serikat guru Salamanca. Ia mengatakan guru di Salamanca dan pendidik di seluruh negara bagian ikut khawatir.\n\n“Anggota kami di Salamanca dan para pendidik di seluruh negara bagian membunyikan alarm bahwa ini benar-benar tidak pantas,” kata Pearson kepada The Guardian.\n\nPearson menyebut reaksi awal para guru adalah program itu terasa menyeramkan. Menurut Pearson, jawaban atas masalah pendidikan bukan lebih banyak layar, algoritma, atau robot.\n\n“Yang kita butuhkan di sekolah saat ini adalah lebih banyak orang dewasa yang peduli dan lebih banyak hubungan antarmanusia,” katanya.\n\nIa menegaskan guru bukan anti-teknologi, tetapi pro-anak. Bagi Pearson, mesin yang dibuat meniru hubungan manusia dengan siswa justru bisa mendorong dehumanisasi profesi pendidikan. Dehumanisasi berarti hilangnya unsur manusiawi dalam hubungan belajar mengajar.\n\nLatar belakang Realbotix ikut menjadi sorotan. Perusahaan berbasis di Toronto itu sebelumnya bernama Tokens.com. Pada April 2024, Realbotix membeli Simulacra, perusahaan berbasis di Las Vegas yang dikenal karena boneka seks realistis, senilai 16,7 juta dolar AS.\n\nRealbotix membantah kaitan dengan perusahaan boneka seks tersebut. Perusahaan itu juga membantah anggapan bahwa boneka yang diproduksi Abyss Creations, anak usaha Realbotix, berkaitan dengan program percontohan Salamanca.\n\nDi luar persoalan teknologi, warga setempat juga mempersoalkan lokasi uji coba. Hampir 40 persen siswa Salamanca High School adalah Native American.\n\nSierra May Abrams, guru pengganti di Salamanca High School sekaligus warga setempat, menilai pemilihan sekolah itu tidak peka secara budaya.\n\n“Dari semua sekolah di Negara Bagian New York, bahkan di Amerika Serikat, mereka memilih untuk bereksperimen pada anak-anak Native American lagi,” kata Abrams.\n\nIa mengaitkan kekhawatiran itu dengan sejarah sekolah asrama Native American yang meninggalkan trauma bagi komunitas setempat.\n\nAlyson Brown, spesialis kesehatan masyarakat, warga setempat, anggota Bangsa Seneca, sekaligus lulusan Salamanca, mengatakan banyak siswa memiliki keluarga yang terkait dengan Thomas Indian School di wilayah Cattaraugus.\n\n“Banyak keluarga Native memandang program percontohan ini seperti sejarah yang berulang,” kata Brown.\n\nJuru bicara Realbotix tidak menanggapi kritik guru dan warga Native American, termasuk desakan agar program ditunda. Namun, perusahaan mengatakan program terbatas itu melibatkan Optio, asisten pendidikan berbasis AI, dan satu unit robot humanoid Realbotix M-Series.\n\nMenurut Realbotix, program itu dimaksudkan untuk melengkapi, bukan menggantikan guru. Siswa akan mendapat akses terawasi ke perangkat AI dan robotika sebagai bagian dari kurikulum STEM, yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika.\n\nThe Guardian menyebut Salamanca City Central School District dan pengawas sekolah Mark Beehler tidak menanggapi beberapa permintaan komentar.\n\nDepartemen Pendidikan Negara Bagian New York mengatakan telah menghubungi distrik sekolah terkait pembelian robot itu. Lembaga tersebut menyampaikan kekhawatiran serius soal privasi siswa, perlindungan yang layak, dan risiko robot dipakai untuk fungsi yang semestinya tetap dijalankan tenaga profesional terlatih.\n\n“Teknologi dapat dan seharusnya mendukung pendidik dan siswa, tetapi tidak boleh menggantikan penilaian manusia atau akuntabilitas yang penting bagi lingkungan belajar yang aman dan efektif,” kata Asisten Komisioner Urusan Publik Departemen Pendidikan Negara Bagian New York, JP O’Hare.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)", "url": "https://wpnews.pro/news/robot-humanoid-masuk-kelas-guru-new-york-sebut-tak-pantas", "canonical_source": "https://voi.id/teknologi/586660/robot-humanoid-masuk-kelas-guru-new-york-sebut-tak-pantas", "published_at": "2026-07-26 14:45:00+00:00", "updated_at": "2026-07-26 14:55:02.222539+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-ethics", "ai-policy", "robotics", "ai-products"], "entities": ["Salamanca High School", "Cattaraugus County School District", "Realbotix", "Salamanca Teachers' Association", "Lacey Pihlblad", "New York State United Teachers", "Melinda Pearson", "The Guardian"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/robot-humanoid-masuk-kelas-guru-new-york-sebut-tak-pantas", "markdown": "https://wpnews.pro/news/robot-humanoid-masuk-kelas-guru-new-york-sebut-tak-pantas.md", "text": "https://wpnews.pro/news/robot-humanoid-masuk-kelas-guru-new-york-sebut-tak-pantas.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/robot-humanoid-masuk-kelas-guru-new-york-sebut-tak-pantas.jsonld"}}