{"slug": "pm-australia-ai-bukan-ancaman-lapangan-pekerjaan", "title": "PM Australia: AI Bukan Ancaman Lapangan Pekerjaan", "summary": "Australian Prime Minister Anthony Albanese has launched a framework for the country's approach to artificial intelligence, emphasizing that AI is not a threat to jobs but a tool to create them. The framework includes new standards for data centers, requiring them to minimize water use and supply their own power, and ensures Australian artists retain control over their work used to train AI. Albanese will seek state and territory approval for the standards next month, with legislation expected early next year.", "body_md": "JAKARTA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese meluncurkan kerangka kerja untuk pendekatan negaranya terhadap kecerdasan buatan (AI). Albanese mengatakan AIakan menjadi pusat produktivitas, ketahanan ekonomi, dan kemampuan kedaulatan Australia.\n\nDalam pidatonya di Universitas Sydney, Albanese menerangkan serangkaian standar baru untuk AI yang akan memberikan aturan bagi pusat data, memaksa mereka untuk meminimalkan penggunaan air dan menanggung atau memasok daya mereka sendiri.\n\nAlbanese, seperti dikutip Australian Broadcasting Corporation, menyebut perusahaan AItidak akan dapat menggunakan buku, musik, seni, atau berita Australia untuk melatih AI \"tanpa kendali dari seniman tersebut.\"\n\nPerdana menteri akan mencari persetujuan dari para menteri negara bagian dan kepala menteri wilayah mengenai serangkaian standar baru tersebut pada rapat Kabinet bulan depan.\n\nMemperingatkan Australia memiliki waktu yang sempit untuk menetapkan \"izin sosial\" AI, Albanese mengakui adanya kesenjangan dan risiko dalam pendekatan yang saat ini masih terfragmentasi terhadap teknologi tersebut.\n\n\"Australia memiliki kesempatan untuk membangun izin sosial AI sebelum investasi besar menjadi mapan, dengan mengakui bahwa pemerintah tidak dapat menunggu sampai perusahaan-perusahaan tersebut telah membangun pusat data sebelum menegosiasikan persyaratan,\" sambungnya dilansir ANTARA dari Anadolu, Rabu, 15 Juli.\n\nAlbanese meyakinkan para musisi, penulis, dan seniman Australia, mereka akan tetap memegang kendali atas karya mereka dan dapat menentukan harga dalam kesepakatan hak cipta apa pun dengan perusahaan AI.\n\nNamun, pidatonya itu tidak mencakup pengumuman yang meyakinkan terkait dengan undang-undang khusus AI, pendanaan, insentif pajak, hak cipta, peraturan konsumen, atau hak-hak tempat kerja, dengan langkah-langkah spesifik yang diharapkan akan menyusul setelah konsultasi.\n\n## BACA JUGA:\n\nTetapi Albanese menegaskan akan mencari persetujuan negara bagian dan wilayah untuk pusat data yang \"jelas, konsisten, dan wajib\" pada pertemuan Kabinet bulan depan mengenai serangkaian standar baru.\n\nUndang-undang untuk standar itu kemudian akan diajukan ke parlemen awal tahun depan.\n\nSaat ini, Australia Selatan adalah satu-satunya negara bagian dengan kerangka kerja pusat data khusus.\n\nPerdana menteri memperingatkan perusahaan teknologi meskipun pemerintah akan bekerja sama dalam berbagi informasi faktual, \"tidak semua yang diproduksi di Australia dapat diambil begitu saja.\"\n\n\"Tidak ada perusahaan yang boleh menggunakan buku, musik, seni, atau berita Australia untuk membangun atau melatih AI tanpa kendali dari sang seniman, dan itu termasuk kendali sang seniman atas harga dan nilai karya mereka,\" katanya.\n\n\"Kantor AI\" baru yang akan berada di bawah Departemen Perdana Menteri dan Kabinet sedang dibentuk untuk mengoordinasikan pekerjaan yang sudah berjalan di berbagai bidang seperti pendidikan, pekerjaan, iklim, dan energi, hak cipta, dan pertahanan, lanjutnya.\n\n\"Kita tidak boleh memperlakukan AI sebagai ancaman terhadap lapangan kerja yang baik. Kita harus menggunakannya sebagai instrumen untuk membantu menciptakan lapangan kerja tersebut,\" ujarnya.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)\n\n### Tag Terpopuler\n\n[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)\n\n[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)\n\n[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)\n\n[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)\n\n[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)", "url": "https://wpnews.pro/news/pm-australia-ai-bukan-ancaman-lapangan-pekerjaan", "canonical_source": "https://voi.id/berita/584982/pm-australia-ai-bukan-ancaman-lapangan-pekerjaan", "published_at": "2026-07-15 12:07:00+00:00", "updated_at": "2026-07-15 12:21:13.029458+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-policy", "ai-ethics"], "entities": ["Anthony Albanese", "University of Sydney", "Australian Broadcasting Corporation", "Australia", "South Australia"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/pm-australia-ai-bukan-ancaman-lapangan-pekerjaan", "markdown": "https://wpnews.pro/news/pm-australia-ai-bukan-ancaman-lapangan-pekerjaan.md", "text": "https://wpnews.pro/news/pm-australia-ai-bukan-ancaman-lapangan-pekerjaan.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/pm-australia-ai-bukan-ancaman-lapangan-pekerjaan.jsonld"}}