cd /news/artificial-intelligence/otot-dada-dan-punggung-lebih-padat-r… · home topics artificial-intelligence article
[ARTICLE · art-50671] src=voi.id ↗ pub= topic=artificial-intelligence verified=true sentiment=↑ positive

Otot Dada dan Punggung Lebih Padat, Risiko Serangan Jantung Bisa Lebih Rendah

A University of Edinburgh-led study using AI to analyze CT scans of 1,722 chest pain patients found that those with denser chest and back muscles had a lower risk of heart attack or premature death over 10 years. Each 10-point increase in muscle brightness on scans correlated with a 31% lower heart attack risk and 39% lower mortality risk. Researchers suggest muscle quality reflects physical activity levels, though further study is needed.

read3 min views1 publishedJul 8, 2026
Otot Dada dan Punggung Lebih Padat, Risiko Serangan Jantung Bisa Lebih Rendah
Image: Voi (auto-discovered)

JAKARTA - Orang dengan otot dada dan punggung yang lebih padat disebut lebih kecil kemungkinan terkena serangan jantung atau meninggal dini. Temuan ini muncul dari analisis berbasis kecerdasan buatan terhadap hasil pemindaian pasien nyeri dada.

The Guardian dikutip Selasa, 7 Juli, melaporkan, para peneliti yang dipimpin University of Edinburgh menggunakan AI untuk memeriksa hasil pemindaian rumah sakit terhadap 1.722 pasien. Sebagian besar pasien berusia 50-an tahun dan datang dengan keluhan nyeri dada.

Hasilnya, pasien dengan kepadatan otot lebih besar di dada dan punggung lebih kecil kemungkinan terkena serangan jantung atau meninggal dalam 10 tahun setelah pemindaian dilakukan.

Para peneliti menduga orang dengan otot rangka “berkualitas baik” itu adalah mereka yang lebih sering berolahraga dan memiliki kekuatan lebih baik di bagian batang tubuh. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Radiology.

Prof Michelle Williams, penulis senior studi tersebut, mengatakan hubungan antara otot rangka dan risiko serangan jantung menarik untuk dicermati. Ia bahkan mulai pergi ke pusat kebugaran dua kali sepekan dan menargetkan berjalan kaki satu jam setiap hari setelah melihat hasil studi itu.

“Menarik bahwa otot rangka seseorang bisa dikaitkan dengan risiko mereka terkena serangan jantung,” kata Williams, dikutip The Guardian.

BACA JUGA: #

Menurut Williams, otot yang terlihat dalam pemindaian CT angiogram koroner terutama adalah otot punggung, sebagian otot dada, dan otot interkostal atau otot di sela-sela tulang rusuk. CT angiogram koroner adalah pemeriksaan CT untuk melihat pembuluh darah jantung.

“Jadi saya sekarang secara pribadi tertarik pada olahraga seperti bersepeda, plank, dan pilates, yang saya nikmati dan mungkin berdampak pada otot-otot ini,” ujarnya.

Namun, Williams menegaskan penelitian lanjutan masih dibutuhkan. Para peneliti belum menyimpulkan secara pasti bagaimana olahraga memengaruhi kepadatan otot dan bagaimana kaitannya dengan kesehatan jantung.

Dalam studi itu, AI digunakan untuk memeriksa otot, organ, tulang, dan lemak pada tubuh bagian atas pasien. Salah satu yang dilihat adalah tingkat kecerahan otot rangka pada gambar pemindaian.

Otot yang lebih padat terlihat lebih terang karena lebih banyak berkas sinar-X yang dipantulkan. Gambar yang lebih terang menunjukkan otot lebih padat dan lebih berkualitas, dengan kemungkinan kandungan lemak yang lebih rendah.

Dalam laporannya The Guardian menyebut, para peneliti menghitung setiap kenaikan 10 poin pada tingkat kecerahan pemindaian berkaitan dengan penurunan kemungkinan serangan jantung sebesar 31 persen. Mereka juga menyebut risiko meninggal dalam 10 tahun setelah pemindaian turun 39 persen.

Menariknya, ukuran otot tidak terkait dengan risiko serangan jantung atau kematian dini. Para peneliti menilai komposisi otot lebih penting dibandingkan besar kecilnya otot.

Menurut para peneliti, pemindaian jantung rutin nantinya dapat digunakan untuk mengenali pasien dengan kualitas otot yang kurang baik. Kelompok ini bisa dipantau lebih ketat, dibantu agar lebih banyak berolahraga, atau diprioritaskan mendapat obat penurun risiko serangan jantung.

Prof Bryan Williams, kepala ilmiah dan medis British Heart Foundation yang turut mendanai studi tersebut, mengatakan orang dengan massa otot lebih padat dalam studi ini kemungkinan lebih aktif secara fisik.

“Kemungkinan besar orang-orang dalam studi ini yang memiliki massa otot lebih padat lebih aktif secara fisik dan, sebagai hasilnya, mungkin memiliki kesehatan jantung yang lebih baik,” kata Bryan.

Ia menyebut temuan itu menjadi bukti tambahan tentang pentingnya olahraga. Namun, seperti ditegaskan para peneliti, hubungan antara kepadatan otot, olahraga, dan kesehatan jantung masih perlu diteliti lebih jauh.

[ Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. +

](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)

Tag Terpopuler

[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)

[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)

[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)

[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)

[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)
── more in #artificial-intelligence 4 stories · sorted by recency
── more on @university of edinburgh 3 stories trending now
sponsored brought to you by zahid.host 4,200+ EU-deployed projects
reading about agents? ship yours in a single git push.

Run your AI side-project on zahid.host

EU-based hosting, git-push deploys, automatic HTTPS, no cold starts. Free tier with a custom domain — perfect for shipping the agent you just read about.

$git push zahid main
Live at https://your-agent.zahid.host
Get free account → Pricing
from €0/mo · no card required
LIVE [news/otot-dada-dan-punggu…] indexed:0 read:3min 2026-07-08 ·