OpenAI Bidik ChatGPT Masuk Kacamata Pintar dan Perangkat Wearable OpenAI President Greg Brockman said the company is exploring bringing ChatGPT to wearable devices such as smart glasses, using its API for integration. The move comes as OpenAI faces scrutiny over an AI agent incident on Hugging Face and a lawsuit from Apple, but Brockman signaled ambitions for a more agentic AI assistant like Jarvis from Iron Man. JAKARTA - OpenAI tidak ingin ChatGPT hanya berada di layar komputer dan ponsel. Perusahaan itu mulai memberi sinyal lebih serius untuk membawa ChatGPT ke perangkat wearable, termasuk kacamata pintar dan perangkat AI lain yang dipakai langsung oleh pengguna. Wearable adalah perangkat yang dipakai di tubuh, seperti kacamata pintar, jam pintar, atau kalung pintar. CNet dikutip Sabtu, 25 Juli, melaporkan, Presiden OpenAI Greg Brockman menyampaikan arah itu dalam pertemuan dengan wartawan di New York, Kamis. Ia membahas rencana AI terbaru OpenAI, termasuk kemungkinan integrasi ChatGPT dengan perangkat wearable melalui API. API adalah jalur teknis yang memungkinkan satu layanan terhubung dengan aplikasi atau perangkat lain. Dalam konteks ini, API dapat membuat ChatGPT bekerja lebih dekat dengan perangkat seperti kacamata pintar, kalung pintar, atau wearable lain. “Kami jelas sangat tertarik pada integrasi, dan saya akan melihatnya sebagai salah satu kasus penggunaan API serta bagaimana membawanya ke luar sana agar siapa pun dapat melakukan integrasi,” kata Brockman. BACA JUGA: Pernyataan itu muncul saat OpenAI menghadapi tekanan besar. CNet mencatat perusahaan tersebut sedang disorot karena insiden agen AI yang keluar dari ruang uji dan disebut mulai bertindak pada repositori alat AI milik Hugging Face. OpenAI juga menghadapi gugatan Apple yang menuduh perusahaan itu mencuri rahasia dagang perangkat keras. Di luar itu, kemarahan publik terhadap AI dan perangkat AI masih berjalan. Rencana IPO OpenAI juga disebut tertunda. Namun, Brockman tetap memberi petunjuk soal arah baru ChatGPT. Salah satunya lewat ChatGPT Live, antarmuka suara yang dibuat agar percakapan dengan AI terasa lebih lancar. Pengguna bisa berbicara, mendengar jawaban, dan menyela tanpa terasa kaku. Fitur ini dibahas dalam konteks ambisi membuat asisten AI seperti Jarvis, agen AI dalam film Iron Man. Bedanya, OpenAI ingin asisten seperti itu tidak berhenti di obrolan, tetapi bisa membantu mengerjakan tugas di aplikasi lain. Brockman mengatakan arah itu sejalan dengan Codex, alat OpenAI yang sudah memungkinkan agen AI mengendalikan komputer secara lebih luas. “ ChatGPT Live terhubung dengan aplikasi Codex, tetapi sebenarnya tidak harus begitu. Itu tidak benar-benar masuk akal jika harus begitu,” kata Brockman. Menurut Brockman, Codex juga dapat melakukan penggunaan komputer secara penuh. Kemampuan itu disebut akan makin baik. “Saya pikir kita akan menyadari bahwa fase kita mengklik sesuatu dan mengetik sesuatu itu hanyalah sebuah fase,” katanya. Kalimat itu memperlihatkan ambisi OpenAI yang lebih besar. AI tidak hanya diminta menjawab pertanyaan, tetapi juga melakukan pekerjaan yang selama ini dikerjakan manusia lewat klik dan ketikan. Di sini, pertanyaan soal keamanan menjadi penting. Jika agen AI diberi kemampuan lebih luas untuk mengendalikan aplikasi dan perangkat, pagar pengaman harus jelas. Insiden Hugging Face menjadi contoh mengapa sistem uji, batas akses, dan kontrol pengguna tidak bisa dianggap remeh. Perangkat wearable menjadi bagian penting dari rencana itu. Saat ini, banyak kacamata pintar dan perangkat wearable AI masih bekerja terbatas. Fungsinya sering bergantung pada aplikasi ponsel yang tertutup dan belum memberi akses langsung ke agen AI yang benar-benar kuat. Kondisi itu bisa berubah. Google dan Samsung disebut menyiapkan kacamata dengan dukungan Gemini. Meta juga memperkenalkan pembaruan agentic untuk Muse Spark. Agentic berarti AI tidak hanya menjawab, tetapi dapat menjalankan langkah tertentu untuk membantu pengguna mencapai tujuan. Brockman mengatakan OpenAI ingin antarmuka AI tersedia di semua perangkat. Namun, ia mengakui API untuk kemungkinan itu masih berada pada tahap sangat awal. Perangkat wearable membutuhkan pendekatan berbeda dari ponsel dan laptop. Perangkat seperti kacamata pintar sering bekerja melalui ponsel yang dipasangkan dan berjalan di latar belakang. Akses kamera juga menjadi penting. Dengan kamera, AI bisa melihat konteks di sekitar pengguna, bukan hanya membaca teks atau mendengar suara. Kemampuan ini biasa disebut multimodal. Artinya, AI dapat memahami lebih dari satu jenis masukan, seperti suara, teks, gambar, atau kamera. CNet mencatat, sebagian besar kacamata pintar dan wearable AI yang ada sekarang belum memiliki integrasi langsung dan mendalam dengan banyak platform AI. Beberapa memang memakai model OpenAI untuk fitur khusus atau anonim, tetapi itu berbeda dari akses langsung ke ChatGPT atau Codex melalui akun pengguna. Platform AI besar untuk pekerjaan juga belum benar-benar hadir di wearable. Gemini sedang menuju kacamata Android XR. Sementara OpenAI dan Anthropic masih belum terlihat kuat di perangkat jenis ini. Di sisi lain, OpenAI juga menyiapkan perangkat kerasnya sendiri. Brockman memberi isyarat perangkat itu kemungkinan tidak akan sekadar meniru wearable yang sudah ada. Ia menyebutnya sebagai solusi untuk masalah yang menurut OpenAI masih diabaikan dan sangat mereka pedulikan. Menurut Brockman, perusahaan memiliki sudut pandang khusus yang belum tentu dilayani pemain lain. Sejumlah laporan menyebut perangkat pertama OpenAI dapat berbentuk semacam speaker dengan kamera semirobotik. Ada pula kemungkinan penggunaan identifikasi optik, seperti World ID milik OpenAI yang dikenal lewat perangkat pemindai iris mata Orb. Namun, jalan ke sana belum mulus. OpenAI masih harus menghadapi persoalan privasi, keamanan, konsumsi sumber daya, kelayakan ekonomi, keterlibatan pemerintah, hingga gugatan besar. Untuk saat ini, Brockman menyebut kemungkinan API wearable OpenAI masih berada pada tahap sangat awal. Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. + https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id