{"slug": "model-suara-baru-chatgpt-makin-mirip-percakapan-manusia-tapi-ada-risiko", "title": "Model Suara Baru ChatGPT Makin Mirip Percakapan Manusia, tapi Ada Risiko", "summary": "OpenAI meluncurkan dua model suara baru untuk ChatGPT, GPT-Live-1 dan versi mini, yang memungkinkan interaksi berkelanjutan dengan kemampuan mendengar dan berbicara bersamaan, termasuk penerjemahan langsung. Pembaruan ini membuat suara AI terdengar lebih manusiawi dengan kata pengisi seperti 'um' dan 'er', namun menimbulkan risiko terkait dampak memanusiakan AI, terutama bagi pengguna dengan masalah kesehatan mental.", "body_md": "JAKARTA - OpenAI mulai meluncurkan dua model suara baru untuk ChatGPT, yakni GPT-Live-1 dan versi mini. Pembaruan ini membuat ChatGPT bisa mendengar dan berbicara pada saat yang sama, termasuk untuk penerjemahan langsung.\n\nCNET dikutip Kamis, 9 Juli, menyebut dua model baru itu tersedia untuk semua pengguna ChatGPT, baik pengguna gratis maupun pelanggan berbayar. Akses diberikan melalui aplikasi seluler dan situs web.\n\nOpenAI memperbarui teknologi suara ChatGPT agar mendekati kemampuan AI berbasis teksnya. Pengguna juga dapat memilih tiga tingkat kecerdasan, bergantung pada kedalaman jawaban yang dibutuhkan.\n\nAtty Eleti, pemimpin produk suara ChatGPT, mengatakan perubahan terbesar ada pada suara yang terdengar lebih manusiawi dan lebih terasa seperti percakapan.\n\nSalah satu teknologi kunci di balik pembaruan ini disebut continuous interaction atau interaksi berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan AI menerima informasi dan menghasilkan jawaban pada saat yang sama.\n\nDalam mode suara, ChatGPT bisa “mendengar” dan “berbicara” bersamaan. Ini berbeda dari mode suara sebelumnya yang baru merespons setelah pengguna selesai berbicara.\n\n## BACA JUGA:\n\nKemampuan itu penting untuk penerjemahan langsung. Pengguna bisa berbicara dalam bahasa Inggris, lalu ChatGPT menerjemahkan ucapannya ke bahasa Spanyol, Hindi, atau bahasa lain dengan jeda singkat.\n\nArsitektur baru ini juga dapat membagi tugas ke model frontier OpenAI. Model frontier merujuk pada model AI paling mutakhir yang digunakan untuk menangani tugas lebih rumit.\n\nKundan Kumar, pemimpin riset model GPT-Live, mengatakan GPT-Live dapat tetap bercakap-cakap dengan pengguna sambil menyerahkan penalaran rumit ke GPT-5.5.\n\n“Ketika GPT-Live harus berpikir keras untuk sebuah pertanyaan, model ini dapat mendelegasikan penalaran dan tugas kompleksnya ke GPT-5.5, yang dapat melakukan berbagai hal secara paralel, dan GPT-Live ini tetap dapat terus bercakap-cakap dengan pengguna,” kata Kumar.\n\nSetelah proses itu selesai, jawaban akan dirangkai kembali ke dalam respons percakapan.\n\n“Ini persis seperti cara manusia berinteraksi satu sama lain,” kata Eleti. “Kita tetap melanjutkan percakapan sambil berpikir di belakang layar.”\n\nModel suara baru ini juga dapat menampilkan jawaban visual dalam situasi tertentu. Menurut Eleti, terkadang jawaban terbaik bukan diucapkan, melainkan ditampilkan. Contohnya laporan cuaca, skor olahraga, atau grafik.\n\nOpenAI mengatakan peluncuran dilakukan bertahap. Jika pengguna belum melihat fitur ini, akses bisa muncul dalam satu atau dua hari. Pembaruan ini terpisah dari peluncuran seri GPT-5.6 yang diperkirakan hadir pada Kamis.\n\nAda juga perubahan pada gaya bicara. Suara AI kini dapat memakai kata pengisi seperti “um”, “er”, dan “like”, seperti orang yang sedang berpikir sambil berbicara.\n\nPengguna juga bisa menyela respons AI dengan jeda yang lebih pendek. ChatGPT dapat dibuat diam dan hanya mendengarkan, lalu merespons ketika dipanggil dengan namanya sebagai kata panggil atau kata aktivasi.\n\nNamun, berbeda dari Siri dan Alexa, ChatGPT akan terus aktif mendengarkan sampai pengguna menonaktifkannya secara manual.\n\nOpenAI menyebut pengguna secara otomatis tidak diikutkan dalam pelatihan AI saat memakai mode suara. Klip audio disimpan selama 30 hari agar sistem memiliki konteks dari percakapan sebelumnya, dan bisa dihapus.\n\nNamun, suara AI yang makin terasa manusiawi juga membawa risiko. CNET mencatat sudah ada sejumlah kasus dan gugatan terkait dampak buruk memanusiakan AI, terutama bagi orang yang sedang menghadapi masalah kesehatan mental.\n\nOpenAI mengatakan model baru ini memiliki perlindungan yang diperluas. Perusahaan juga menyebut model tersebut berkinerja lebih baik dibanding model sebelumnya pada bidang keamanan utama, termasuk menyakiti diri sendiri, psikosis, kekerasan, dan konten seksual.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)\n\n### Tag Terpopuler\n\n[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)\n\n[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)\n\n[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)\n\n[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)\n\n[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)", "url": "https://wpnews.pro/news/model-suara-baru-chatgpt-makin-mirip-percakapan-manusia-tapi-ada-risiko", "canonical_source": "https://voi.id/teknologi/583937/model-suara-baru-chatgpt-makin-mirip-percakapan-manusia-tapi-ada-risiko", "published_at": "2026-07-09 06:45:00+00:00", "updated_at": "2026-07-09 07:13:57.779174+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-products", "ai-safety", "ai-ethics", "large-language-models"], "entities": ["OpenAI", "ChatGPT", "GPT-Live-1", "GPT-5.5", "Atty Eleti", "Kundan Kumar", "CNET"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/model-suara-baru-chatgpt-makin-mirip-percakapan-manusia-tapi-ada-risiko", "markdown": "https://wpnews.pro/news/model-suara-baru-chatgpt-makin-mirip-percakapan-manusia-tapi-ada-risiko.md", "text": "https://wpnews.pro/news/model-suara-baru-chatgpt-makin-mirip-percakapan-manusia-tapi-ada-risiko.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/model-suara-baru-chatgpt-makin-mirip-percakapan-manusia-tapi-ada-risiko.jsonld"}}