{"slug": "meta-digugat-26-mantan-karyawan-ai-diduga-ikut-menentukan-daftar-phk", "title": "Meta Digugat 26 Mantan Karyawan, AI Diduga Ikut Menentukan Daftar PHK", "summary": "Twenty-six former Meta employees have filed a lawsuit alleging the company used artificial intelligence systems to determine which workers were laid off, disproportionately targeting those on legally protected leave such as medical, pregnancy, or bereavement leave. The lawsuit, filed Monday in the U.S. District Court in Oakland, California, claims Meta used internal AI tools including Metamate and productivity scores based on keystroke tracking and internet history to rank and select employees for termination. Meta denied the allegations, stating that workforce decisions are made by humans, not AI.", "body_md": "JAKARTA - Sebanyak 26 mantan karyawan Meta menggugat perusahaan itu. Mereka menuduh sistem kecerdasan buatan ikut menentukan pekerja yang masuk daftar pemutusan hubungan kerja atau PHK.\n\nCNET dikutip Selasa, 21 Juli, menyebut gugatan diajukan pada Senin di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Oakland, California.\n\nPara penggugat menilai proses tersebut merugikan pekerja yang mengambil cuti medis, cuti kehamilan, cuti kedukaan, atau membutuhkan penyesuaian kerja karena disabilitas.\n\nMeta sebelumnya memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya atau sekitar 8.000 orang. Langkah itu dilakukan saat perusahaan mendorong perubahan menjadi perusahaan yang lebih berfokus pada AI.\n\nMenurut gugatan, Meta menggunakan alat algoritma dan AI untuk memantau ukuran produktivitas karyawan. Pekerja dengan skor rendah kemudian lebih mudah masuk daftar PHK.\n\n## BACA JUGA:\n\nNamun, banyak pekerja yang ditandai sistem disebut telah mengambil cuti yang dilindungi hukum dalam dua tahun terakhir.\n\n“Meta tidak menyusun daftar pemecatan melalui pertimbangan matang para manajer yang memahami pekerjaan,” demikian isi gugatan.\n\n“Sebaliknya, Meta menggunakan serangkaian sistem kecerdasan buatan internal untuk memberi skor, membuat peringkat, dan memilih karyawan yang dimasukkan ke dalam daftar.”\n\nGugatan itu menuduh pekerja yang mengambil cuti terlindungi dipilih untuk diberhentikan dalam jumlah yang tidak seimbang.\n\nPara mantan karyawan juga mengklaim skor mereka turun karena selama cuti tidak menghasilkan cukup data bagi sistem pemantauan Meta. Padahal, sebagian mengaku tetap mendapat penilaian rata-rata atau di atas rata-rata dari manajer.\n\nMenurut gugatan, Meta tidak menghentikan penilaian selama pekerja sedang cuti atau tidak masuk karena alasan yang sah dan dilindungi hukum.\n\nDi California dan tingkat federal, perusahaan dilarang menghukum pekerja yang menggunakan hak cuti terlindungi atau membutuhkan penyesuaian kerja karena disabilitas.\n\nPerlindungan itu antara lain diatur dalam Americans with Disabilities Act dan Family and Medical Leave Act.\n\nSistem yang dipersoalkan mencakup Metamate, asisten AI internal Meta, agen AI yang dilatih menggunakan komunikasi digital masing-masing karyawan, serta skor produktivitas berdasarkan catatan penekanan tombol, riwayat penelusuran internet, dan isi layar.\n\nPenggunaan token AI yang dipantau melalui papan peringkat internal juga disebut ikut diperhitungkan. Token AI adalah satuan kecil berupa kata atau potongan kata yang diproses ketika seseorang menggunakan sistem kecerdasan buatan.\n\nMeta membantah tuduhan tersebut.\n\nJuru bicara perusahaan mengatakan kepada CNET bahwa tuduhan itu “tidak berdasarkan fakta”. Meta juga menegaskan keputusan mengenai tenaga kerja dan organisasi dibuat oleh manusia, bukan AI.\n\nPada April, Meta dilaporkan memakai AI untuk memantau karyawan, termasuk penggunaan token AI dan catatan penekanan tombol. Sejumlah pekerja mengaku merasa diawasi.\n\nMeta kemudian mengurangi penerapan kebijakan tersebut pada Juni, tetapi tidak sepenuhnya menghentikannya.\n\nCNET juga mengutip penelitian terbaru dari Harvard University yang menemukan kesenjangan rasial dalam perangkat lunak penyaring pelamar kerja berbasis AI. Sistem itu merekomendasikan lebih sedikit kandidat kulit hitam dan Asia untuk mengikuti wawancara.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)\n\n### Tag Terpopuler\n\n[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)\n\n[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)\n\n[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)\n\n[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)\n\n[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)", "url": "https://wpnews.pro/news/meta-digugat-26-mantan-karyawan-ai-diduga-ikut-menentukan-daftar-phk", "canonical_source": "https://voi.id/teknologi/585918/meta-digugat-26-mantan-karyawan-ai-diduga-ikut-menentukan-daftar-phk", "published_at": "2026-07-21 23:45:00+00:00", "updated_at": "2026-07-21 23:54:11.770396+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-ethics", "ai-policy"], "entities": ["Meta", "CNET", "Oakland", "California", "Americans with Disabilities Act", "Family and Medical Leave Act", "Metamate", "Harvard University"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/meta-digugat-26-mantan-karyawan-ai-diduga-ikut-menentukan-daftar-phk", "markdown": "https://wpnews.pro/news/meta-digugat-26-mantan-karyawan-ai-diduga-ikut-menentukan-daftar-phk.md", "text": "https://wpnews.pro/news/meta-digugat-26-mantan-karyawan-ai-diduga-ikut-menentukan-daftar-phk.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/meta-digugat-26-mantan-karyawan-ai-diduga-ikut-menentukan-daftar-phk.jsonld"}}