{"slug": "meta-ai-bisa-bikin-deepfake-dari-wajah-pengguna-instagram-begini-cara-menolaknya", "title": "Meta AI Bisa Bikin Deepfake dari Wajah Pengguna Instagram, Begini Cara Menolaknya", "summary": "Meta released Muse Image, an AI model that allows users to create realistic deepfake images using Instagram users' faces without their consent, sparking criticism from SAG-AFTRA and child safety advocates over risks of exploitation and identity fraud.", "body_md": "JAKARTA - Meta merilis Muse Image, model kecerdasan buatan yang memungkinkan orang lain membuat gambar sangat realistis dengan wajah pengguna Instagram. Risiko terutama mengintai pengguna berusia di atas 18 tahun yang memakai akun publik.\n\nCNET dikutip Sabtu, 11 Juli, melaporkan, siapa pun yang memiliki akun Meta AI dapat memasukkan nama pengguna Instagram ke dalam perintah pembuatan gambar. Hasilnya dapat menampilkan wajah pengguna secara meyakinkan, meski gambar tersebut bukan foto kejadian sebenarnya.\n\nDalam kasus ini, deepfake merujuk pada gambar buatan AI yang meniru wajah seseorang dengan sangat realistis. Orang yang wajahnya digunakan bahkan bisa tidak menyadari bahwa dirinya telah dimasukkan ke dalam kreasi AI orang lain.\n\nMuse Image merupakan model kreatif pertama dari keluarga Muse Spark yang dikembangkan laboratorium superintelligence Meta. Model itu dirancang untuk menangani perintah yang lebih rumit, menggabungkan beberapa foto, dan menyunting gambar yang sudah ada.\n\nLayanan tersebut sudah tersedia di aplikasi Meta AI, Instagram, dan WhatsApp. Meta juga berencana membawanya ke Facebook, Messenger, serta layanan bagi pengiklan.\n\nCNET menguji fitur itu dengan memasukkan nama pengguna Instagram lain. Gambar deepfake dapat dibuat dalam waktu kurang dari satu menit.\n\n## BACA JUGA:\n\nKemudahan tersebut langsung memicu kritik. Serikat aktor SAG-AFTRA mengatakan kepada LA Times bahwa keputusan memasukkan pengguna secara otomatis ke dalam fitur itu merupakan kesalahan besar dalam membaca sikap publik terhadap bahaya dan kerugian yang dapat muncul.\n\nDirektur Eksekutif National Center on Sexual Exploitation Haley McNamara juga mempertanyakan bagaimana fitur tersebut bisa mendapat persetujuan.\n\n“Bagaimana ini bisa diberi lampu hijau? Meta menciptakan peluang yang jelas dan dapat diperkirakan untuk eksploitasi, kekerasan seksual, pelecehan, dan penipuan identitas,” katanya dikutip CNet.\n\nRisiko itu sangat terasa bagi kreator dan pemengaruh. Nama serta wajah mereka bukan hanya identitas pribadi, tetapi juga bagian dari merek dan sumber penghasilan.\n\nMeta menyatakan Muse Image memiliki sistem pengaman untuk mencegah pembuatan konten ilegal, kasar, atau mencemarkan nama baik. Namun, CNET mencatat sistem pengaman pada model AI lain sebelumnya tetap dapat dilewati oleh pengguna yang berniat buruk.\n\n**Cara Membatasi Penggunaan Wajah di Instagram**\n\nPengguna dapat memilih dua cara. Langkah pertama ialah mengubah akun Instagram menjadi privat.\n\n1. Buka Instagram dan masuk ke halaman profil.\n\n2. Ketuk ikon tiga garis di sudut kanan atas.\n\n3. Pilih Privasi akun.\n\n4. Aktifkan Akun privat.\n\nKonten akun privat tidak dapat diakses sembarang orang untuk diolah ulang atau digunakan dalam pembuatan konten AI. Namun, akun juga menjadi lebih sulit ditemukan dan interaksi dengan pengguna lain lebih terbatas.\n\nKreator, influencer, atau pelaku usaha yang tetap membutuhkan akun publik dapat mematikan izin penggunaan ulang konten.\n\n1. Buka Instagram dan masuk ke halaman profil.\n\n2. Ketuk ikon tiga garis di sudut kanan atas.\n\n3. Gulir ke bagian Berbagi dan penggunaan ulang.\n\n4. Matikan pilihan Izinkan orang menggunakan ulang konten Anda di Instagram dan dengan fitur AI di Meta.\n\nPengaturan tersebut membatasi penggunaan unggahan dan Reels oleh fitur AI Meta. Namun, langkah ini tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa seluruh bentuk penyalahgunaan akan hilang.\n\nPengguna aplikasi Meta AI juga dapat membuka Pengaturan, lalu memilih Kemiripan Anda. Di bagian itu, pengguna dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan kemiripan mereka, mulai dari hanya diri sendiri, pengikut yang disetujui, pengguna yang saling mengikuti, hingga semua orang.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)\n\n### Tag Terpopuler\n\n[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)\n\n[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)\n\n[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)\n\n[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)\n\n[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)", "url": "https://wpnews.pro/news/meta-ai-bisa-bikin-deepfake-dari-wajah-pengguna-instagram-begini-cara-menolaknya", "canonical_source": "https://voi.id/teknologi/584343/meta-ai-bisa-bikin-deepfake-dari-wajah-pengguna-instagram-begini-cara-menolaknya", "published_at": "2026-07-11 15:45:00+00:00", "updated_at": "2026-07-11 16:07:44.219237+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-ethics", "ai-products", "ai-safety", "ai-policy"], "entities": ["Meta", "Instagram", "Muse Image", "Muse Spark", "CNET", "SAG-AFTRA", "National Center on Sexual Exploitation", "Haley McNamara"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/meta-ai-bisa-bikin-deepfake-dari-wajah-pengguna-instagram-begini-cara-menolaknya", "markdown": "https://wpnews.pro/news/meta-ai-bisa-bikin-deepfake-dari-wajah-pengguna-instagram-begini-cara-menolaknya.md", "text": "https://wpnews.pro/news/meta-ai-bisa-bikin-deepfake-dari-wajah-pengguna-instagram-begini-cara-menolaknya.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/meta-ai-bisa-bikin-deepfake-dari-wajah-pengguna-instagram-begini-cara-menolaknya.jsonld"}}