{"slug": "ledakan-ai-butuh-listrik-besar-china-siapkan-energi-hijau-dan-nuklir", "title": "Ledakan AI Butuh Listrik Besar, China Siapkan Energi Hijau dan Nuklir", "summary": "China is positioning its strong power grid, renewable energy capacity, and nuclear power development as key advantages for building AI infrastructure, as AI-driven electricity demand surges. Former China Association for Science and Technology Vice Chairman Zhang Qin said AI creates exploding energy demand and that China has great strength in providing safe, reliable, and green power. The Ministry of Industry and Information Technology reported China's core AI industry value exceeded 1.2 trillion yuan ($177 billion) last year, growing over 20% annually, while data center electricity consumption is projected to reach 525.76 billion kWh by 2030, or 4.8% of national total.", "body_md": "JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan memicu lonjakan kebutuhan listrik dan menjadikan pasokan energi sebagai salah satu penentu pembangunan pusat data. China dinilai memiliki modal besar karena ditopang jaringan listrik, energi terbarukan, dan pengembangan tenaga nuklir.\n\nChina Daily dikutip Jumat, 23 Juli, menyebut sistem kelistrikan yang kuat serta strategi menghubungkan pusat komputasi dengan sumber energi memberi China keunggulan dalam membangun infrastruktur AI.\n\nMantan Wakil Ketua Asosiasi Sains dan Teknologi China Zhang Qin mengatakan perkembangan AI mendorong permintaan energi dalam jumlah besar.\n\n“AI menciptakan permintaan energi yang meledak. Solusinya terletak pada pasokan listrik yang aman, andal, dan ramah lingkungan. China memiliki kekuatan besar di bidang itu,” kata Zhang.\n\nMenurut Zhang, tenaga surya dan angin bukan satu-satunya pilihan. Energi nuklir juga dapat memasok listrik untuk pusat data selama aspek keselamatannya terjamin.\n\nKebutuhan itu meningkat seiring pesatnya industri AI China. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mencatat nilai industri inti AI melampaui 1,2 triliun yuan atau sekitar 177 miliar dolar AS pada tahun lalu.\n\nIndustri tersebut tumbuh lebih dari 20 persen per tahun selama beberapa tahun berturut-turut. Pada semester pertama tahun ini, produksi sektor terkait AI, termasuk sirkuit terpadu dan perangkat cerdas untuk kendaraan, naik lebih dari 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.\n\nKetua CNNC Hainan Nuclear Power Co Wei Zhigang mengatakan kebutuhan komputasi yang melonjak telah memperjelas hambatan utama pengembangan AI.\n\n“Batas akhirnya kini terlihat jelas, yakni kebutuhan terhadap pasokan listrik dalam jumlah besar dan stabil,” ujarnya.\n\nPerusahaan teknologi seperti Microsoft dan Google mulai menjajaki penggunaan reaktor modular kecil atau SMR untuk memasok pusat data AI.\n\nSMR merupakan reaktor nuklir berukuran lebih kecil dengan penempatan yang lebih fleksibel.\n\nCNNC tengah menyelesaikan Linglong One, yang disebut sebagai SMR komersial darat pertama di dunia. Perusahaan menargetkan reaktor itu mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun ini.\n\nMenurut Wei, SMR dapat ditempatkan dekat pusat komputasi agar pasokan listrik lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan.\n\nPeneliti senior Pangoal Zhou Ji menilai keunggulan energi China terletak pada skala, struktur, dan sistem. China memimpin produksi listrik dunia, memiliki kapasitas energi baru terbesar, serta mengoperasikan jaringan tegangan ultratinggi untuk mengalirkan listrik antardaerah.\n\nKebutuhan listrik pusat data tetap menjadi tantangan. Pusat Penelitian Kebijakan Energi dan Lingkungan Institut Teknologi Beijing memperkirakan konsumsi listrik pusat data China mencapai 525,76 miliar kilowatt-jam pada 2030.\n\nJumlah itu setara dengan 4,8 persen dari total konsumsi listrik nasional.\n\nTekanan serupa mulai terasa di Amerika Serikat. Reuters melaporkan pertumbuhan pusat data perusahaan teknologi ikut mendorong tagihan listrik industri di kawasan Rust Belt.\n\nBelden Brick Co di Ohio mencatat biaya listrik melonjak 90 persen pada tahun lalu. Reuters menyebut kenaikan itu terutama dipicu meningkatnya permintaan listrik dari pusat data di kawasan tersebut.\n\nKepala Administrasi Energi Nasional China Wang Hongzhi mengatakan China merencanakan investasi lebih dari 20 triliun yuan untuk proyek energi utama dan sektor baru.\n\nPusat komputasi nasional akan dihubungkan dengan kawasan energi terbarukan besar di wilayah barat. Pemerintah juga mengembangkan pembangkit tersebar, jaringan listrik mikro, dan pembangkit listrik virtual untuk memenuhi kebutuhan komputasi di daerah.\n\nPembangkit listrik virtual menghubungkan berbagai sumber energi kecil dan tersebar, seperti panel surya serta pengisi daya kendaraan listrik, lalu mengelolanya sebagai satu sistem.\n\nChief Sustainability Officer GCL Group Song Yunbo mengatakan lebih dari sepertiga listrik China sudah berasal dari energi terbarukan. Menurut Song, surplus energi membuat China cocok menjadi tempat pengujian berbagai penerapan berbasis AI.\n\nKetua Yingli Group Miao Qing mengatakan China telah membangun lebih dari 530 pembangkit listrik virtual. Sistem tersebut menggabungkan energi terbarukan, penyimpanan listrik, dan beban yang dapat diatur agar pasokan mengikuti perubahan permintaan dan harga listrik.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)\n\n### Tag Terpopuler\n\n[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)\n\n[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)\n\n[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)\n\n[#febrie adriansyah](https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah)\n\n[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)", "url": "https://wpnews.pro/news/ledakan-ai-butuh-listrik-besar-china-siapkan-energi-hijau-dan-nuklir", "canonical_source": "https://voi.id/teknologi/586444/ledakan-ai-butuh-listrik-besar-china-siapkan-energi-hijau-dan-nuklir", "published_at": "2026-07-24 10:45:00+00:00", "updated_at": "2026-07-24 10:55:33.056690+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-policy", "ai-infrastructure"], "entities": ["China", "China Association for Science and Technology", "Zhang Qin", "Ministry of Industry and Information Technology", "CNNC Hainan Nuclear Power Co", "Wei Zhigang", "Pangoal Zhou Ji", "GCL Group"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/ledakan-ai-butuh-listrik-besar-china-siapkan-energi-hijau-dan-nuklir", "markdown": "https://wpnews.pro/news/ledakan-ai-butuh-listrik-besar-china-siapkan-energi-hijau-dan-nuklir.md", "text": "https://wpnews.pro/news/ledakan-ai-butuh-listrik-besar-china-siapkan-energi-hijau-dan-nuklir.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/ledakan-ai-butuh-listrik-besar-china-siapkan-energi-hijau-dan-nuklir.jsonld"}}