# Korea Selatan Pertimbangkan PLTN Baru demi Ambisi AI dan Cip

> Source: <https://voi.id/berita/584526/korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip>
> Published: 2026-07-13 07:45:00+00:00

JAKARTA – Korea Selatan mempertimbangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru untuk menopang proyek semikonduktor, pusat data, dan AI fisik. Opsi nuklir mulai dibahas karena kebutuhan listrik diperkirakan naik lebih cepat daripada pembangunan energi terbarukan.

Korea JoongAng Daily dikutip Senin, 13 Juli, melaporkan rencana itu dibahas dalam pertemuan tertutup antara pemerintah dan Partai Demokrat yang berkuasa di Majelis Nasional.

Ketua Komite Kebijakan Partai Demokrat Han Jeoung-ae mengatakan Menteri Iklim, Energi, dan Sumber Daya Kim Sung-whan tidak menutup kemungkinan pembangunan PLTN baru.

“Gagasannya adalah tidak mengesampingkan tenaga nuklir sebagai cara mengatasi pasokan energi terbarukan yang tidak selalu stabil,” kata Han.

Pemerintah akan lebih dulu menghitung berapa banyak listrik yang dapat dipasok secara andal dari energi terbarukan dan sistem penyimpanan energi, seperti baterai berkapasitas besar. Kekurangannya kemudian dapat dipenuhi dari sumber listrik lain.

Kim mengatakan tiga proyek besar pemerintah harus menggunakan listrik bersih dari energi terbarukan, bukan batu bara. Namun, dalam pernyataan itu ia tidak secara khusus menyebut tenaga nuklir.

## BACA JUGA:

Pemerintahan Presiden Lee Jae Myung menargetkan kapasitas energi terbarukan naik dari 34 gigawatt pada tahun lalu menjadi 100 gigawatt pada 2030. Pemerintah juga ingin memiliki kapasitas penyimpanan energi sedikitnya 3,7 gigawatt pada tahun yang sama.

Masalahnya, pembangunan energi terbarukan membutuhkan waktu. Pasokannya juga bergantung pada kondisi alam sehingga tidak selalu tersedia setiap saat.

Di sisi lain, kebutuhan listrik diperkirakan melonjak seiring pengembangan pabrik cip, pusat data, dan AI fisik. Istilah AI fisik merujuk pada kecerdasan buatan yang bekerja melalui robot, mesin, atau perangkat di dunia nyata.

Nuklir pun bukan jawaban instan. Kepala Staf Kepresidenan Kang Hoon-sik mengatakan pembangunan PLTN membutuhkan waktu sembilan hingga 10 tahun.

“Rencana Dasar ke-12 untuk Pasokan dan Permintaan Listrik akan memuat langkah-langkah terkait tenaga nuklir,” kata Kang pada 29 Juni.

“Kami akan mencari cara untuk memperpendek waktu tersebut,” ujarnya.

Rencana itu akan menjadi peta jalan energi Korea Selatan untuk periode 2026 hingga 2040. Dokumennya dijadwalkan terbit pada September.

Kim Sung-whan pada 3 Juli mengatakan dua reaktor tambahan dapat dibangun di kompleks PLTN Hanbit di Yeonggwang, Jeolla Selatan. Dua reaktor lain berpeluang dibangun di kawasan PLTN Ulju, Ulsan.

Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kebijakan Kim Yong-beom mengatakan pembangunan PLTN baru dapat dilakukan bila masyarakat setempat menghendakinya dan lokasi dinilai memungkinkan.

Namun, jumlah tambahan reaktor belum diputuskan. Pemerintah masih harus menghitung kemampuan energi terbarukan dan penyimpanan listrik sebelum menentukan kebutuhan dari sumber lain.

Peta jalan energi itu juga masih akan direvisi karena tiga proyek unggulan pemerintah diumumkan setelah rancangan awal selesai disusun.

“Tiga proyek unggulan diumumkan setelah Rencana Dasar ke-12 disusun. Jadi, rencana itu tentu harus direvisi,” kata Han.

[
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)

### Tag Terpopuler

[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)

[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)

[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)

[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)

[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)
