{"slug": "korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip", "title": "Korea Selatan Pertimbangkan PLTN Baru demi Ambisi AI dan Cip", "summary": "South Korea is considering building new nuclear power plants to support semiconductor projects, data centers, and physical AI, as electricity demand is expected to outpace renewable energy expansion. The ruling Democratic Party and government discussed the plan in a closed meeting, with Climate Minister Kim Sung-whan not ruling out nuclear power to address unstable renewable supply. The country aims to increase renewable capacity from 34 GW to 100 GW by 2030, but construction of new nuclear reactors would take 9-10 years.", "body_md": "JAKARTA – Korea Selatan mempertimbangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru untuk menopang proyek semikonduktor, pusat data, dan AI fisik. Opsi nuklir mulai dibahas karena kebutuhan listrik diperkirakan naik lebih cepat daripada pembangunan energi terbarukan.\n\nKorea JoongAng Daily dikutip Senin, 13 Juli, melaporkan rencana itu dibahas dalam pertemuan tertutup antara pemerintah dan Partai Demokrat yang berkuasa di Majelis Nasional.\n\nKetua Komite Kebijakan Partai Demokrat Han Jeoung-ae mengatakan Menteri Iklim, Energi, dan Sumber Daya Kim Sung-whan tidak menutup kemungkinan pembangunan PLTN baru.\n\n“Gagasannya adalah tidak mengesampingkan tenaga nuklir sebagai cara mengatasi pasokan energi terbarukan yang tidak selalu stabil,” kata Han.\n\nPemerintah akan lebih dulu menghitung berapa banyak listrik yang dapat dipasok secara andal dari energi terbarukan dan sistem penyimpanan energi, seperti baterai berkapasitas besar. Kekurangannya kemudian dapat dipenuhi dari sumber listrik lain.\n\nKim mengatakan tiga proyek besar pemerintah harus menggunakan listrik bersih dari energi terbarukan, bukan batu bara. Namun, dalam pernyataan itu ia tidak secara khusus menyebut tenaga nuklir.\n\n## BACA JUGA:\n\nPemerintahan Presiden Lee Jae Myung menargetkan kapasitas energi terbarukan naik dari 34 gigawatt pada tahun lalu menjadi 100 gigawatt pada 2030. Pemerintah juga ingin memiliki kapasitas penyimpanan energi sedikitnya 3,7 gigawatt pada tahun yang sama.\n\nMasalahnya, pembangunan energi terbarukan membutuhkan waktu. Pasokannya juga bergantung pada kondisi alam sehingga tidak selalu tersedia setiap saat.\n\nDi sisi lain, kebutuhan listrik diperkirakan melonjak seiring pengembangan pabrik cip, pusat data, dan AI fisik. Istilah AI fisik merujuk pada kecerdasan buatan yang bekerja melalui robot, mesin, atau perangkat di dunia nyata.\n\nNuklir pun bukan jawaban instan. Kepala Staf Kepresidenan Kang Hoon-sik mengatakan pembangunan PLTN membutuhkan waktu sembilan hingga 10 tahun.\n\n“Rencana Dasar ke-12 untuk Pasokan dan Permintaan Listrik akan memuat langkah-langkah terkait tenaga nuklir,” kata Kang pada 29 Juni.\n\n“Kami akan mencari cara untuk memperpendek waktu tersebut,” ujarnya.\n\nRencana itu akan menjadi peta jalan energi Korea Selatan untuk periode 2026 hingga 2040. Dokumennya dijadwalkan terbit pada September.\n\nKim Sung-whan pada 3 Juli mengatakan dua reaktor tambahan dapat dibangun di kompleks PLTN Hanbit di Yeonggwang, Jeolla Selatan. Dua reaktor lain berpeluang dibangun di kawasan PLTN Ulju, Ulsan.\n\nKepala Staf Kepresidenan Bidang Kebijakan Kim Yong-beom mengatakan pembangunan PLTN baru dapat dilakukan bila masyarakat setempat menghendakinya dan lokasi dinilai memungkinkan.\n\nNamun, jumlah tambahan reaktor belum diputuskan. Pemerintah masih harus menghitung kemampuan energi terbarukan dan penyimpanan listrik sebelum menentukan kebutuhan dari sumber lain.\n\nPeta jalan energi itu juga masih akan direvisi karena tiga proyek unggulan pemerintah diumumkan setelah rancangan awal selesai disusun.\n\n“Tiga proyek unggulan diumumkan setelah Rencana Dasar ke-12 disusun. Jadi, rencana itu tentu harus direvisi,” kata Han.\n\n[\nAdd VOI as a Preferred Source\nFollow VOI news updates across Google.\n+\n](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)\n\n### Tag Terpopuler\n\n[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)\n\n[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)\n\n[#piala dunia 2026](https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026)\n\n[#venezuela](https://voi.id/tag/12084/venezuela)\n\n[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)", "url": "https://wpnews.pro/news/korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip", "canonical_source": "https://voi.id/berita/584526/korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip", "published_at": "2026-07-13 07:45:00+00:00", "updated_at": "2026-07-13 08:07:44.379302+00:00", "lang": "en", "topics": ["artificial-intelligence", "ai-infrastructure", "ai-policy"], "entities": ["Democratic Party", "Han Jeoung-ae", "Kim Sung-whan", "Lee Jae Myung", "Kang Hoon-sik", "Kim Yong-beom", "Hanbit Nuclear Power Plant", "Ulju Nuclear Power Plant"], "alternates": {"html": "https://wpnews.pro/news/korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip", "markdown": "https://wpnews.pro/news/korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip.md", "text": "https://wpnews.pro/news/korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip.txt", "jsonld": "https://wpnews.pro/news/korea-selatan-pertimbangkan-pltn-baru-demi-ambisi-ai-dan-cip.jsonld"}}