Korea Selatan Pakai Perwira AI untuk Berburu Ranjau Laut South Korea's Navy has begun testing an AI-based 'staff officer' system and unmanned vessels to hunt sea mines, in a first-of-its-kind exercise at the Busan naval base. The drill, announced Monday and led with Hanwha Systems, involved the 730-ton minesweeper Ongjin, surveillance drones, two unmanned surface vehicles (USVs), and an autonomous underwater vehicle. The Navy said the AI system analyzed weather and currents to guide human commanders, and the test showed AI missions can be integrated with manned and unmanned ships for future maritime operations. JAKARTA - Angkatan Laut Korea Selatan mulai menguji cara baru untuk berburu ranjau laut. Untuk pertama kalinya, mereka memakai sistem “perwira AI” dan kapal nirawak dalam latihan penyapuan ranjau bawah laut di Busan. Kyodo News dikutip Senin, 3 Agustus, melaporkan, uji coba itu diumumkan Angkatan Laut Korea Selatan pada Senin. Latihan digelar untuk memperkuat kemampuan operasi maritim masa depan. Penyapuan ranjau adalah operasi mencari dan membersihkan ranjau laut agar jalur pelayaran aman. Uji coba berlangsung di pangkalan angkatan laut di Busan, kota pelabuhan di tenggara Korea Selatan. Latihan ini dipimpin bersama perusahaan pertahanan Korea Selatan, Hanwha Systems. Latihan tersebut melibatkan kapal penyapu ranjau Ongjin berbobot 730 ton, drone pengintai, dua kendaraan permukaan nirawak atau USV, serta satu kendaraan bawah air otonom yang dikembangkan Hanwha. USV adalah kapal tanpa awak yang bergerak di permukaan laut. Kendaraan bawah air otonom adalah wahana tanpa awak yang dapat bergerak di bawah laut dengan sistem kendali mandiri. Skenario latihan dibuat sederhana, tetapi serius. Pelabuhan Busan dianggap diblokade oleh ranjau musuh. BACA JUGA: Dalam uji coba itu, USV milik Hanwha belum benar-benar memiliki kemampuan penyapuan ranjau. Namun, kapal tersebut tetap dilibatkan seolah-olah sudah mampu menjalankan tugas itu. Angkatan Laut Korea Selatan mengatakan USV tersebut diharapkan dapat ditingkatkan dengan kemampuan pembersihan ranjau pada masa depan. Misi latihan diarahkan oleh sistem “perwira staf AI”. Sistem ini menganalisis cuaca dan arus laut sebelum memberi panduan kepada komandan manusia di kapal Ongjin serta dua kapal nirawak. Berdasarkan laporan perwira staf AI, kapal Ongjin dan kapal nirawak menetapkan zona pencarian untuk menemukan ranjau laut simulasi. Pada saat yang sama, drone pengintai memantau lingkungan operasi di sekitar pelabuhan. Kyodo News menyebut, Angkatan Laut Korea Selatan menilai uji tempur itu menunjukkan misi berbasis AI dapat dipadukan dengan kapal berawak dan kapal nirawak. Menurut Angkatan Laut Korea Selatan, pola seperti itu dinilai efektif untuk operasi laut pada masa depan. Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. + https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id Tag Terpopuler prabowo subianto https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto donald trump https://voi.id/tag/29/donald-trump febrie adriansyah https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah konflik timur tengah https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah giias 2026 https://voi.id/tag/18873/giias-2026