Kaspersky Blokir 140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan pada Kuartal Pertama 2026 Kaspersky's anti-phishing technology blocked over 140 million phishing and fraud attempts globally in Q1 2026, with attackers increasingly using AI to target victims. The cybersecurity firm reported that more than half of survey respondents faced online fraud in the past year, and 45% suffered attacks on devices, accounts, or data. JAKARTA - Kaspersky mengungkapkan teknologi anti-phishing miliknya berhasil memblokir lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan secara global selama kuartal pertama Q1 2026. Tingginya angka tersebut menunjukkan ancaman penipuan digital yang semakin masif, apalagi ketika para penipu memanfaatkan kecerdasan buatan AI untuk menargetkan korban. Menurut survei terbaru Kaspersky, lebih dari setengah responden mengatakan mereka telah menghadapi penipuan online selama setahun terakhir, sementara 45% melaporkan menjadi korban serangan pada perangkat, akun, atau data mereka peretasan akun media sosial, kebocoran data, infeksi malware, dll. Perusahaan keamanan siber global itu juga mencatat bahwa para pelaku kejahatan siber semakin cepat memanfaatkan tren dan peristiwa global untuk melancarkan aksinya. Pada Maret 2026, misalnya, teknologi anti-phishing perusahaan mendeteksi peningkatan aktivitas penipuan yang memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 melalui situs palsu yang meniru platform resmi turnamen. BACA JUGA: Selain memanfaatkan AI, kampanye penipuan modern juga didukung oleh data pribadi hasil kebocoran data, malware pencuri informasi infostealer , akun yang diretas, dan berbagai sumber paparan data lainnya. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membuat pesan yang lebih meyakinkan dan meniru identitas pihak yang dipercaya korban. Melihat tren kenaikan jumlah penipuan tersebut, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, Marina Titova menegaskan bahwa menjaga diri dari ancaman digital tidak cukup hanya dengan kemampuan mendeteksi mandiri. “Penipuan berbasis AI adalah realitas baru. Dihasilkan oleh AI, volumenya terus meningkat dan mengintai di mana-mana Mengandalkan kemampuan Anda sendiri untuk mendeteksi penipuan saja tidak cukup,” kata Marina. Menurutnya, integrasi teknologi AI dan machine learning ke dalam produk keamanan memungkinkan sistem mendeteksi pola penipuan yang sulit dikenali manusia serta memberikan perlindungan secara real-time . Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. + https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id Tag Terpopuler prabowo subianto https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto donald trump https://voi.id/tag/29/donald-trump piala dunia 2026 https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026 venezuela https://voi.id/tag/12084/venezuela konflik timur tengah https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah