# Jepang Pertimbangkan AI Canggih untuk Pertahanan Siber Aktif

> Source: <https://voi.id/teknologi/588961/jepang-pertimbangkan-ai-canggih-untuk-pertahanan-siber-aktif>
> Published: 2026-08-10 07:45:00+00:00

JAKARTA - Jepang mempertimbangkan penggunaan kecerdasan buatan canggih untuk memperkuat pertahanan sibernya. AI itu dipertimbangkan untuk menghadapi ancaman serangan yang semakin canggih, termasuk model yang mampu menemukan celah keamanan dalam waktu sangat cepat.

Kyodo News dikutip Senin, 10 Agustus, melaporkan, Direktur Siber Nasional Jepang Yoichi Iida mengatakan penggunaan AI canggih dalam pertahanan siber semakin sulit dihindari.

“Tidak mengherankan jika waktu antara ditemukannya celah keamanan dan pemanfaatannya untuk serangan menjadi hanya seperseratus atau seperseribu dari sebelumnya,” kata Iida.

Kekhawatiran itu muncul seiring berkembangnya model AI dengan kemampuan tinggi menemukan kerentanan keamanan, termasuk Claude Mythos milik perusahaan rintisan AS, Anthropic.

Setelah diperkenalkan pada April, Anthropic sempat membatasi akses terhadap model tersebut kepada perusahaan teknologi seperti Google LLC dan sejumlah lembaga keuangan karena khawatir kemampuannya disalahgunakan untuk serangan siber.

Jepang akan mulai menerapkan kebijakan “pertahanan siber aktif” pada 1 Oktober setelah kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi mengambil keputusan tersebut pada Maret.

Kebijakan itu memungkinkan pemerintah mengambil langkah lebih awal untuk mencegah serangan siber serius yang berpotensi mengganggu infrastruktur penting, kegiatan ekonomi, dan kehidupan masyarakat.

Iida mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan sejauh mana operasi pertahanan siber dapat diotomatisasi. Namun, keputusan akhir tetap harus melibatkan manusia.

## BACA JUGA:

Ia belum menjelaskan bentuk konkret penggunaan AI dalam kebijakan tersebut.

Iida juga mengingatkan Jepang agar tidak bergantung pada satu model AI saja.

Ia mencontohkan keputusan pemerintah Amerika Serikat pada Juni yang menghentikan akses terhadap model sekelas Mythos melalui kebijakan pengendalian ekspor.

Menurut Iida, penghentian akses tersebut berdampak pada pemindaian celah keamanan di sejumlah sistem penting pemerintah.

Risikonya bisa lebih besar jika teknologi AI mutakhir digunakan dalam serangan siber yang didukung negara.

Iida mengatakan serangan semacam itu dapat menjadi “jauh lebih canggih” dan intensitasnya diperkirakan meningkat.

[
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
](https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id)

### Tag Terpopuler

[#prabowo subianto](https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto)

[#donald trump](https://voi.id/tag/29/donald-trump)

[#senjata api](https://voi.id/tag/2786/senjata-api)

[#konflik timur tengah](https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah)

[#giias 2026](https://voi.id/tag/18873/giias-2026)
