Jepang Bahas “Hak Suara” untuk Lindungi Selebritas dari Penyalahgunaan AI Japan's Justice Ministry has submitted a draft proposal to an expert panel to protect celebrities' voices and likenesses from unauthorized AI use, following the discovery of over 43,000 AI-generated images and videos using public figures' identities. The proposal includes a "right against arbitrary use" of voices and recommends expanding publicity rights to cover voice, aiming to curb the spread of AI-generated fake videos. JAKARTA - Pemerintah Jepang mulai membahas perlindungan hukum terhadap penggunaan suara dan rupa selebritas tanpa izin. Langkah itu muncul setelah lebih dari 43.000 gambar dan video diduga memakai identitas tokoh publik yang dibuat dengan kecerdasan buatan. Kyodo News dalam laporannya dikutip Senin, 13 Juli, menyebut Kementerian Kehakiman Jepang menyerahkan rancangan awal kepada panel ahli pada Senin. Usulan tersebut mencakup perlindungan suara tokoh publik melalui “hak untuk tidak digunakan secara sewenang-wenang”. Panel juga merekomendasikan agar hak publisitas diperluas hingga mencakup suara. Hak publisitas adalah hak seseorang untuk mengendalikan pemanfaatan nilai komersial dari nama, wajah, rupa, atau identitasnya. BACA JUGA: Jepang saat ini belum memiliki undang-undang yang secara khusus melindungi seseorang dari penggunaan suaranya tanpa izin. Pengadilan juga belum pernah menetapkan batas yang jelas untuk menentukan pelanggaran dalam kasus semacam itu. Pedoman yang disusun untuk memperjelas perlindungan suara tersebut diperkirakan akan disetujui tanpa penolakan. Pembahasan itu diarahkan untuk membendung penyebaran video palsu yang dibuat dengan AI. Japan Publicity Rights Protection Organization menyatakan lebih dari 43.000 gambar dan video diduga memakai rupa atau suara selebritas serta pengisi suara Jepang tanpa persetujuan. Data itu mencakup periode sekitar dua bulan sejak Juni tahun lalu. Kerugian ekonomi bagi selebritas dan pemegang hak lainnya diperkirakan mencapai 2 miliar yen hingga 4,5 miliar yen. Nilai batas bawahnya setara sekitar 12 juta dolar AS. Perkiraan tersebut dihitung berdasarkan tarif penggunaan rupa dan suara seseorang, serta nilai iklan yang dihasilkan dari jumlah tayangan. Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. + https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id Tag Terpopuler prabowo subianto https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto donald trump https://voi.id/tag/29/donald-trump piala dunia 2026 https://voi.id/tag/9889/piala-dunia-2026 venezuela https://voi.id/tag/12084/venezuela konflik timur tengah https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah