# ECC.md

> Source: <https://gist.github.com/Fahmidayanto/15a8abe73fad7a4a27128f72f52a901d>
> Published: 2026-08-05 03:26:19+00:00

Dokumen ini berisi rincian lengkap penjelasan teknis beserta **contoh Sebelum Pemakaian (Before)**, **Sesudah Pemakaian (After)**, **Efek/Dampak (Impact)**, dan **Cara/Kapan Diaktifkan (Usage & Triggers)** untuk **seluruh 108+ skills** dalam **Everything Claude Code (ECC)** (`ashikhussainm/anthropic-hackathon-claude-code`

) karya **Affaan Mustafa (Anthropic Hackathon Winner)** untuk ekosistem AI Coding Agent (Gemini, Antigravity, Claude Code, Cursor, Codex, OpenCode).

Everything Claude Code (ECC)adalahAgent Harness Performance Optimization Systemterlengkap yang berisi108+ Skills,25 Subagents,57 Commands, serta otomasihooks&ruleslintas bahasa (Python, Go, Java, Swift, PHP, C++, Perl, Rust).

| Parameter | `obra/superpowers` |
`Everything Claude Code (ECC)` |
|---|---|---|
Fokus Utama |
Metodologi kerja AI (TDD, Worktrees, Brainstorming) | Harness System lengkap (108+ Skills, Subagents, Rules) |
Cakupan Bahasa |
Agnostik (Bahasa apa saja) | Spesifik Lengkap (Python, Go, Java, Swift, PHP, C++, Perl, Rust) |
Otomasi Keamanan |
Manual Checklist Review | Otomatis via AgentShield (102 Security Rules) |
Subagents Spesialis |
Generic Subagent Runner | 25 Subagents Spesifik (`architect` , `planner` , `database-reviewer` , dll.) |

-
`agent-harness-construction`

**Sebelum Pemakaian**: Prompt agent tidak terstruktur, tool definition ambigu, agent sering memanggil tool yang salah atau looping tanpa batas.**Sesudah Pemakaian**: Action space & tool definition dioptimalkan dengan skema parameter eksplisit dan format observasi yang terstruktur.** Efek**: Task completion rate meningkat pesat, hilangnya error akibat miskomunikasi tool payload.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan spesifik saat merancang custom agent baru, mengkonfigurasi MCP server, atau mengoptimalkan definisi skema JSON tool agen. Trigger prompt: "desain tool agent", "optimalkan action space agent", "buat mcp tool schema".

-
`agentic-engineering`

**Sebelum Pemakaian**: Eksekusi agent langsung menulis kode tanpa evaluasi awal, boros token karena memakai model termahal untuk tugas sederhana.**Sesudah Pemakaian**: Operasi berbasis*eval-first*, dekomposisi tugas kompleks, dan*cost-aware model routing*.**Efek**: Penghematan biaya LLM hingga 50-70%, pengerjaan fitur kompleks menjadi lebih terarah.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat memulai proyek agentic multi-agent besar, memecah epik arsitektur kompleks, atau merancang alur routing model LLM. Trigger prompt: "rancang sistem agentic", "dekomposisi fitur epik ini", "evaluasi performa agen".

-
`ai-first-engineering`

**Sebelum Pemakaian**: Workflow tim masih manual, AI hanya dipakai untuk autocompletion sederhana 1-2 baris.** Sesudah Pemakaian**: Operating model penuh di mana agent menghasilkan >80% kode dasar, sementara developer fokus pada arsitektur & review.** Efek**: Kecepatan*feature delivery*naik 3x-5x lipat dengan standar kualitas dan pattern konsisten.**Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat menyusun pedoman operating model engineering tim berbasis AI atau menetapkan standar AI-generated code. Trigger prompt: "susun workflow ai-first", "aturan kontribusi kode ai".

-
`ai-regression-testing`

**Sebelum Pemakaian**: Pengujian kode buatan AI membutuhkan koneksi DB live dan sering meloloskan*AI blind spot*.**Sesudah Pemakaian**: Regression testing di-sandbox tanpa dependensi DB aktif, dilengkapi pemisahan peran review otomatis.** Efek**: Deteksi dini bug sebelum merusak staging/production, 0% kontaminasi data test.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan sebelum melakukan git merge pada kode buatan AI atau saat menjalankan automated regression test tanpa database dependency. Trigger prompt: "jalankan ai regression test", "uji kode buatan ai di sandbox".

-
`autonomous-loops`

**Sebelum Pemakaian**: Agent berhenti setelah 1 tool call, pengguna harus manual menekan prompt lanjut berulang kali.** Sesudah Pemakaian**: Loop otonom berbasis arsitektur DAG multi-agent yang terus berjalan dari perencanaan hingga pengujian akhir.** Efek**: Pengisian alur kerja kompleks secara otomatis tanpa intervensi manual di tiap langkah kecil.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat mengeksekusi pipeline sekuensial multi-agent atau tugas berdurasi panjang tanpa henti. Trigger prompt: "jalankan loop otonom", "autonomously execute this pipeline".

-
`blueprint`

**Sebelum Pemakaian**: Pengguna meminta fitur besar dalam 1 kalimat, AI langsung membuat kode berantakan tanpa struktur.** Sesudah Pemakaian**: Tujuan 1 baris diurai menjadi rencana konstruksi multi-sesi/multi-PR lengkap dengan*adversarial review gate*.**Efek**: Penanganan refactoring/fitur skala besar tanpa kehilangan arah atau merusak arsitektur existing.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat merencanakan proyek besar multi-PR atau refactoring arsitektur skala masif. Trigger prompt: "buat blueprint untuk [fitur]", "buat roadmap multi-PR".

-
`brainstorming`

**Sebelum Pemakaian**: AI langsung berasumsi tentang kebutuhan desain pengguna dan menghasilkan kode UI/logika yang salah arah.** Sesudah Pemakaian**: Diskusi eksplorasi intent, persyaratan bisnis, dan opsi arsitektur dilakukan sebelum 1 baris kode ditulis.** Efek**: Menghindari*re-work*dan penulisan ulang kode akibat salah paham spesifikasi awal.**Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan sebelum memulai pekerjaan kreatif, menambah fitur baru, atau mengubah perilaku komponen UI/backend. Trigger prompt: "mari brainstorm fitur [X]", "eksplorasi desain untuk [Y]".

-
`configure-ecc`

**Sebelum Pemakaian**: Konfigurasi skills dan rules dilakukan manual satu per satu, rawan salah jalur file.** Sesudah Pemakaian**: Wizard installer interaktif yang memandu pemilihan, pemasangan, dan verifikasi skills/rules.** Efek**: Setup lingkungan kerja AI agent bersih, tervalidasi, dan siap pakai dalam hitungan detik.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [Slash Command / Tool] Jalankan saat setup awal lingkungan kerja agen atau mengatur direktori`.gemini/`

atau`.agents/`

. Trigger prompt:`/configure-ecc`

atau "konfigurasi skills ECC".

-
`continuous-agent-loop`

**Sebelum Pemakaian**: Loop agent berjalan tanpa kontrol kualitas, berisiko meluncurkan kode rusak.** Sesudah Pemakaian**: Continuous loop dilengkapi*quality gates*, evaluasi hasil tiap langkah, dan mekanisme pemulihan otomatis.**Efek**: Agent mampu memperbaiki jalurnya sendiri saat menemui error kompilasi/tes.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan pada eksekusi agent otonom berdurasi panjang yang memerlukan evaluasi berkala di tiap checkpoint. Trigger prompt: "mulai continuous loop dengan quality gate".

-
`continuous-learning`

**Sebelum Pemakaian**: Koreksi atau solusi yang ditemukan di sesi hari ini dilupakan di sesi besok.** Sesudah Pemakaian**: Pola dan solusi dari sesi otomatis diekstrak dan disimpan sebagai*learned skill*terisolasi.**Efek**: AI menjadi semakin pintar dan relevan dengan konvensi khusus pada repository Anda.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [Slash Command / Hook] Jalankan di akhir sesi atau saat memunculkan koreksi yang ingin disimpan permanen. Trigger prompt:`/learn`

atau "simpan pola pembelajaran ini".

-
`continuous-learning-v2`

**Sebelum Pemakaian**: Pola yang dipelajari sering tercampur antar-projek (*cross-project contamination*).**Sesudah Pemakaian**: Pembelajaran berbasis insting atomic dengan skor kepercayaan (*confidence score*) dan isolasi berbasis projek.**Efek**: Akurasi saran AI sangat tinggi sesuai konteks repo aktif.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [Automated Hook] Berjalan otomatis di background saat agen menerima masukan koreksi pengguna berulang kali dalam satu workspace.

-
`cost-aware-llm-pipeline`

**Sebelum Pemakaian**: Semua permintaan dikirim ke model flagship yang mahal.** Sesudah Pemakaian**: Alokasi cerdas berbasis kompleksitas tugas, penggunaan*prompt caching*, dan mekanisme retry.**Efek**: Pemangkasan tagihan API LLM hingga 60% tanpa mengorbankan kualitas.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat merancang fitur backend berbasis LLM API, mengimplementasikan routing model berbiaya hemat, atau mengatur prompt caching. Trigger prompt: "optimalkan biaya llm api", "rancang llm routing pipeline".

-
`enterprise-agent-ops`

**Sebelum Pemakaian**: Agent yang berjalan lama sulit dipantau, rawan kebocoran data sensitif.** Sesudah Pemakaian**: Manajemen siklus hidup agent dengan*observability*lengkap,*logging*, serta batasan keamanan.**Efek**: Aman menjalankan agent otonom untuk infrastruktur enterprise.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat men-deploy agen otonom ke lingkungan server enterprise atau mengatur audit logging agent. Trigger prompt: "setup enterprise agent ops", "monitor agen otonom di server".

-
`eval-harness`

**Sebelum Pemakaian**: Kualitas jawaban AI dinilai secara subjektif, tidak ada indikator kuantitatif.** Sesudah Pemakaian**: Framework evaluasi formal berbasis*Eval-Driven Development (EDD)*pada dataset uji.**Efek**: Terukurnya tingkat akurasi dan regresi agent secara objektif.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [Slash Command / Tool] Jalankan saat melakukan benchmark akurasi jawaban agen terhadap test suite. Trigger prompt:`/eval-harness`

atau "uji akurasi agen".

-
`executing-plans`

**Sebelum Pemakaian**: Rencana implementasi yang dibuat sering diabaikan atau dieksekusi melenceng.** Sesudah Pemakaian**: Rencana dieksekusi secara ketat dalam sesi terpisah dengan titik verifikasi (*checkpoints*).**Efek**: Kode yang dihasilkan 100% presisi sesuai spesifikasi dokumen rencana awal.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat mengeksekusi dokumen`implementation_plan.md`

yang telah disetujui pengguna. Trigger prompt: "eksekusi rencana di implementation_plan.md".

-
`iterative-retrieval`

**Sebelum Pemakaian**: Agent mengambil konteks file secara*one-shot*, sering kehilangan konteks pendukung.**Sesudah Pemakaian**: Refinemen konteks secara bertahap dan progresif untuk memperjelas query subagent.** Efek**: Jawaban agent jauh lebih akurat dan terhindar dari halusinasi.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [Automated Subagent Skill] Otomatis dipanggil oleh subagent saat pencarian konteks awal menghasilkan data ambigu atau parsial.

-
`prompt-optimizer`

**Sebelum Pemakaian**: Pengguna memberikan prompt ambigu, AI bingung memilih tool dan konteks.** Sesudah Pemakaian**: Prompt mentah dianalisis, dicocokkan dengan komponen ECC, dan direkonstruksi menjadi prompt optimal.** Efek**: Respon AI langsung*to-the-point*dan mengeksekusi langkah terbaik dalam 1 turn.**Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Advisory Skill] Dibutuhkan saat ingin memperbaiki kualitas prompt sebelum dikirim ke agent. Trigger prompt: "optimalkan prompt: [prompt kamu]", "optimize prompt", "perbaiki cara prompt ini".

-
`regex-vs-llm-structured-text`

**Sebelum Pemakaian**: Memparsing file log/JSON berukuran gigabyte menggunakan LLM, membuang ribuan token.** Sesudah Pemakaian**: Menggunakan Regex deterministik untuk 95% pola terstruktur, baru beralih ke LLM untuk*edge case*.**Efek**: Kecepatan ekstraksi data naik 100x lipat, penghematan token hingga 99%.** Cara / Kapan Diaktifkan**: [On-Demand Skill] Dibutuhkan saat membuat parser log berukuran besar, ekstraksi data terstruktur masif, atau optimasi pemrosesan teks. Trigger prompt: "pilih regex atau llm untuk parsing file ini", "buat parser log efisien".

-
`search-first`

**Sebelum Pemakaian**: AI langsung membuat fungsi utilitas kustom padahal pustaka standar sudah menyediakannya.** Sesudah Pemakaian**: Memanggil agent peneliti untuk mencari pustaka, fungsi standar, atau komponen existing sebelum menulis kode.** Efek**: Menghindari duplikasi kode (*anti-reinventing the wheel*).**Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis terpicu sebelum menulis kode helper baru atau mengetik "search first".

-
`security-scan`

**Sebelum Pemakaian**: File konfigurasi`.claude/`

rentan terhadap*prompt injection*atau kebocoran API key.**Sesudah Pemakaian**: AgentShield memindai 102 aturan keamanan terhadap konfigurasi, MCP server, dan hooks.** Efek**: Sistem agent bebas dari celah keamanan dan kebocoran kredensial.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik`/security-scan`

atau jalankan pemindaian AgentShield pada folder agent.

-
`skill-stocktake`

**Sebelum Pemakaian**: Terlalu banyak skills terpasang hingga membuat AI bingung (*skill overload*).**Sesudah Pemakaian**: Audit berkala terhadap keaktifan, performa, dan relevansi seluruh skills & slash commands.** Efek**: Mengeliminasi skill redundant, menjaga agent tetap efisien.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik`/skill-stocktake`

untuk me-review keaktifan dan kesehatan daftar skill.

-
`strategic-compact`

**Sebelum Pemakaian**: Auto-compaction terjadi di waktu acak, menghapus konteks penting di tengah tugas.** Sesudah Pemakaian**: Rekomendasi perangkuman konteks dilakukan pada jeda logis antar-fase tugas.** Efek**: Memori percakapan tetap jernih tanpa kehilangan detail kritis.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Muncul otomatis sebagai saran perangkuman konteks di akhir fase rencana/implementasi.

-
`subagent-driven-development`

**Sebelum Pemakaian**: Main agent mengerjakan semua sub-tugas sekuensial dalam 1 context window yang berat.** Sesudah Pemakaian**: Subagent independen dipanggil untuk mengeksekusi sub-tugas terisolasi dengan 2-stage review.** Efek**: Efisiensi memori utama tetap terjaga, pengerjaan tugas paralel sangat cepat.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipanggil saat mengeksekusi rencana dengan tugas-tugas independen paralel dalam 1 sesi.

-
`using-superpowers`

**Sebelum Pemakaian**: AI menjawab langsung tanpa memeriksa skill spesifik yang tersedia di repositori.** Sesudah Pemakaian**: Inisialisasi otomatis pada awal sesi untuk mendeteksi dan mengaktifkan skill set yang relevan.** Efek**: AI langsung bekerja menggunakan aturan baku repositori sejak respon pertama.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis aktif pada awal setiap sesi percakapan baru.

-
`verification-before-completion`

**Sebelum Pemakaian**: AI mengklaim "bug sudah diperbaiki" padahal kode belum di-compile atau ditest.** Sesudah Pemakaian**: Agen diwajibkan menjalankan perintah kompilasi/test (`npm test`

,`cargo test`

) sebelum mengklaim selesai.**Efek**: 0% klaim sukses palsu (*hallucinated success*).**Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis terpicu sebelum agen memberikan jawaban akhir bahwa tugas sudah selesai.

-
`verification-loop`

**Sebelum Pemakaian**: Setelah edit kode, hanya 1 file test yang diuji, mengabaikan potensi*breaking change*.**Sesudah Pemakaian**: Loop verifikasi menyeluruh memverifikasi build, linter, test suite, dan security scan.** Efek**: Memastikan seluruh integrasi aplikasi tetap stabil dan bebas regresi.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipanggil otomatis sebelum membuat Pull Request atau klaim fitur rilis.

-
`writing-plans`

**Sebelum Pemakaian**: Menulis rencana kasar di chat biasa yang cepat hilang atau tertimbun.** Sesudah Pemakaian**: Menyusun dokumen rencana implementasi terperinci (`implementation_plan.md`

) sebelum modifikasi kode.**Efek**: Pengguna memiliki transparansi penuh dan bisa mereview/menyetujui rencana teknis terlebih dahulu.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipanggil otomatis saat tugas kompleks membutuhkan perombakan multi-file atau perubahan arsitektur.

-
`writing-skills`

**Sebelum Pemakaian**: Membuat skill baru dengan format YAML/Markdown asal-asalan yang tidak dibaca agen.** Sesudah Pemakaian**: Panduan pembuatan dan pengujian skill baru mengikuti standar arsitektur ECC.** Efek**: Skill baru dipastikan berfungsi 100% presisi dan ter-load otomatis.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat pengguna atau agen ingin membuat atau mengedit file skill (`SKILL.md`

).

-
`article-writing`

**Sebelum Pemakaian**: Tulisan artikel buatan AI terasa kaku, generik, dan dipenuhi frasa klise.** Sesudah Pemakaian**: Artikel panjang disusun dengan struktur naratif kuat, gaya bahasa terkalibrasi, dan kutipan kredibel.** Efek**: Konten profesional siap terbit tanpa perlu banyak proses editing ulang.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "tulis artikel tentang...", "buat blog post", atau saat menulis panduan panjang.

-
`content-engine`

**Sebelum Pemakaian**: Membuat postingan sosial media secara manual satu per satu untuk tiap platform.** Sesudah Pemakaian**: Mengubah 1 materi sumber menjadi sistem konten native multi-platform (X, LinkedIn, TikTok, YouTube).** Efek**: Kecepatan produksi konten meningkat 5x lipat dengan konsistensi pesan brand.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "buat campaign konten sosial media dari dokumen ini" atau "generate content engine".

-
`content-hash-cache-pattern`

**Sebelum Pemakaian**: Pemrosesan ulang file berat dilakukan setiap kali server restart.** Sesudah Pemakaian**: Hasil pemrosesan di-cache berdasarkan hash SHA-256 isi file, otomatis invalidasi jika isi berubah.** Efek**: Waktu pemrosesan ulang berkurang menjadi 0ms untuk file yang tidak berubah.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat merancang modul caching file, build tool, atau skrip pengolahan data mahal.

-
`crosspost`

**Sebelum Pemakaian**: Copy-paste teks yang persis sama ke X, LinkedIn, dan Threads (terkena sanksi duplikasi).** Sesudah Pemakaian**: Konten diadopsi secara otomatis sesuai*personality*dan limitasi karakter tiap jaringan sosial.**Efek**: Jangkauan postingan optimal di semua platform tanpa terdetect spam.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "crosspost postingan ini ke X dan LinkedIn".

-
`fal-ai-media`

**Sebelum Pemakaian**: Membutuhkan berbagai API terpisah untuk membuat gambar, suara, dan video AI.** Sesudah Pemakaian**: Generasi media terpadu via fal.ai MCP (image Nano Banana, video Seedance/Kling/Veo3, audio CSM-1B).** Efek**: Pembuatan aset visual dan audio berkualitas tinggi langsung dari alur kerja agent.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis dipanggil saat meminta bantuan pembuatan gambar, audio, atau video AI via fal.ai.

-
`frontend-patterns`

**Sebelum Pemakaian**: Kode React/Next.js dibuat dengan state manajemen acak dan*unhandled re-renders*.**Sesudah Pemakaian**: Penerapan pola frontend modern (clean component boundary, memoization, custom hooks).** Efek**: Performa aplikasi web responsif, bebas dari kebocoran memori.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis aktif saat membuat atau merestrukturisasi komponen React, Next.js, atau Vue.

-
`frontend-slides`

**Sebelum Pemakaian**: Slide presentasi HTML terlihat membosankan seperti dokumen cetak biasa.** Sesudah Pemakaian**: Slide HTML interaktif berbasis animasi modern dengan opsi konversi otomatis dari PPTX.** Efek**: Presentasi web yang memukau, responsif, dan mudah di-host secara online.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "buatkan slide presentasi HTML" atau "konversi file PPTX ini ke web slide".

-
`liquid-glass-design`

**Sebelum Pemakaian**: Tampilan aplikasi iOS menggunakan desain flat biasa yang terasa usang.** Sesudah Pemakaian**: Desain SwiftUI/UIKit berbasis iOS 26 Liquid Glass dengan efek blur dinamis, refleksi cahaya, dan morphing.** Efek**: Antarmuka aplikasi terasa sangat premium dan modern.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat mendesain UI SwiftUI/UIKit bertema iOS 26 Liquid Glass.

-
`nextjs-turbopack`

**Sebelum Pemakaian**: Konfigurasi build Next.js lambat menggunakan Webpack standar pada repositori besar.** Sesudah Pemakaian**: Pemanfaatan Next.js 16+ dan Turbopack untuk*incremental bundling*dan*file system caching*.**Efek**: Waktu*cold start*dev server dan*HMR*10x lebih cepat.**Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis aktif saat mengonfigurasi atau melakukan optimasi dev speed pada proyek Next.js 16+.

-
`ui-ux-pro-max-skill`

**Sebelum Pemakaian**: AI menghasilkan UI generik berskala warna dasar dengan layout "AI-slop" standar.** Sesudah Pemakaian**: Memanfaatkan database intelijen lokal (84 style, 192 palet warna, 74 font pairing) untuk merancang UI memukau.** Efek**: Desain antarmuka kelas dunia yang terlihat seperti buatan agensi profesional.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "desain tampilan UI ini dengan ui-ux-pro-max" atau otomatis saat merancang komponen visual web/mobile.

-
`video-editing`

**Sebelum Pemakaian**: Editing video harus dilakukan manual via software GUI berat.** Sesudah Pemakaian**: Workflow terotomasi pemotongan footage, penambahan efek, transisi FFmpeg, Remotion, dan voiceover ElevenLabs.** Efek**: Pembuatan video promo/edukasi dapat diprogram dan dieksekusi secara otomatis.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipanggil saat meminta otomatisasi potong video, edit klip via FFmpeg/Remotion, atau dubbing.

-
`videodb`

**Sebelum Pemakaian**: Sulit mencari momen tertentu dalam video berdurasi panjang tanpa menonton ulang.** Sesudah Pemakaian**: Memproses, mengindeks visual & semantik, serta mencari timestamp momen spesifik dalam video/audio.** Efek**: Ekstraksi klip dan analisis konten multimedia super cepat berdasarkan query teks.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipanggil saat memerlukan pemrosesan, indeks timestamp, atau pencarian isi video/audio.

-
`api-design`

**Sebelum Pemakaian**: Endpoint REST API berantakan (`POST /get_user_data`

), status code acak, tanpa paginasi.**Sesudah Pemakaian**: Standar REST API profesional (penamaan resource plural, status HTTP tepat, paginasi cursor).** Efek**: API konsisten, rapi, dan mudah diintegrasikan.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis terpicu saat merancang skema atau endpoint REST API baru.

-
`backend-patterns`

**Sebelum Pemakaian**: Kode server Node.js/Express menumpuk dalam 1 file besar (*god file*).**Sesudah Pemakaian**: Arsitektur berlapis (Controller-Service-Repository), koneksi DB ter-pool, middleware terisolasi.** Efek**: Codebase backend bersih, mudah di-maintain, dan tahan beban tinggi.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat membangun atau merestrukturisasi service backend Node.js, Express, atau Next.js API.

-
`bun-runtime`

**Sebelum Pemakaian**: Menjalankan aplikasi Node.js dengan`ts-node`

yang lambat dan instalasi`npm`

memakan waktu.**Sesudah Pemakaian**: Menggunakan Bun sebagai runtime eksekusi native TypeScript, package manager, dan test runner.** Efek**: Eksekusi script 3x lebih cepat, waktu instalasi dependensi berkurang hingga 80%.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat membuat proyek berbasis Bun atau memigrasikan skrip Node.js ke Bun.

-
`clickhouse-io`

**Sebelum Pemakaian**: Kueri agregasi data analitik pada SQL tradisional membutuhkan waktu berdetik-detik.** Sesudah Pemakaian**: Penerapan pola database ClickHouse Columnar dengan skema engine MergeTree.** Efek**: Kueri agregasi miliaran baris data selesai dalam hitungan milidetik.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis aktif saat mengoptimalkan kueri SQL analitik atau merancang skema ClickHouse.

-
`data-scraper-agent`

**Sebelum Pemakaian**: Script scraper manual sering*break*saat struktur HTML website berubah.**Sesudah Pemakaian**: Agent kolektor otomatis berbasis AI gratis (GitHub Actions + Gemini Flash) yang menyesuaikan skema otomatis.** Efek**: Pengumpulan data publik berjalan 24/7 secara gratis tanpa pemeliharaan script rumit.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "buatkan data scraper agent untuk situs [URL]".

-
`database-migrations`

**Sebelum Pemakaian**: Migrasi skema database merusak data existing atau menyebabkan*downtime*aplikasi.**Sesudah Pemakaian**: Best practices migrasi bertahap (*expand-and-contract*), skema rollback teruji, tanpa downtime.**Efek**: Perubahan struktur DB aman 100% tanpa mengganggu pengguna.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis terpicu saat membuat file migrasi skema DB (Prisma, Drizzle, Django, Flyway).

-
`deployment-patterns`

**Sebelum Pemakaian**: Deployment aplikasi dilakukan manual via SSH/FTP, tanpa health check atau alur rollback.** Sesudah Pemakaian**: Pipeline CI/CD otomatis, kontainerisasi Docker multi-stage, zero-downtime rolling update.** Efek**: Rilis versi baru aplikasi aman dan terukur.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat menyusun file CI/CD pipeline (GitHub Actions, GitLab CI) atau strategi deploy.

-
`docker-patterns`

**Sebelum Pemakaian**: Ukuran image Docker membengkak (1-2 GB), berjalan sebagai root.** Sesudah Pemakaian**: Dockerfile multi-stage minimalis, non-root user, optimasi layer cache.** Efek**: Ukuran image berkurang hingga 80%, keamanan kontainer terjamin.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis aktif saat membuat atau mengedit`Dockerfile`

dan`docker-compose.yml`

.

-
`documentation-lookup`

**Sebelum Pemakaian**: AI menggunakan pengetahuan lama dan menghasilkan sintaks API yang sudah deprecated.** Sesudah Pemakaian**: Mengambil dokumentasi pustaka/framework versi terbaru secara realtime via Context7 MCP.** Efek**: Kode yang ditulis selalu akurat sesuai dengan versi library terbaru.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis aktif saat bertanya tentang penggunaan library/framework tertentu (React, Next.js, Prisma, dll.).

-
`e2e-testing`

**Sebelum Pemakaian**: Test Playwright serba*flaky*, penulisan selector keras, tanpa penanganan artifact.**Sesudah Pemakaian**: Implementasi Page Object Model (POM), selector berbasis role, retry logic, dan laporan visual.** Efek**: Suite E2E test yang stabil dan memberikan feedback reliabel.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat menulis atau merestrukturisasi skrip pengujain Playwright E2E.

-
`exa-search`

**Sebelum Pemakaian**: Pencarian web AI biasa mengembalikan hasil berita umum yang kurang relevan untuk kode.** Sesudah Pemakaian**: Pencarian neural via Exa MCP spesifik untuk repositori kode, riset perusahaan, dan dokumentasi teknis.** Efek**: Informasi teknis dan contoh kode mendalam ditemukan secara tepat presisi.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipanggil otomatis saat agen membutuhkan pencarian riset web/kode tingkat lanjut via Exa MCP.

-
`mcp-server-patterns`

**Sebelum Pemakaian**: Membuat server MCP dengan struktur kustom yang rentan error validasi runtime.** Sesudah Pemakaian**: Mengikuti skema resmi SDK Node/TS (Zod validation, definisi tools/resources/prompts).** Efek**: Server MCP terstruktur standar dan stabil.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat mendesain atau mengoding server Model Context Protocol (MCP) baru.

-
`nanoclaw-repl`

**Sebelum Pemakaian**: Lingkungan eksekusi kode sementara membutuhkan setup env berat.** Sesudah Pemakaian**: Mengoperasikan REPL NanoClaw v2 yang ringan, tanpa dependensi eksternal, dan sadar konteks sesi.** Efek**: Pengujian snippet kode secara instan dan aman.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipanggil saat menjalankan skrip pengujian REPL sementara via NanoClaw v2.

-
`postgres-patterns`

**Sebelum Pemakaian**: Kueri SQL lambat akibat*N+1 query problem*, kurangnya indeks yang tepat.**Sesudah Pemakaian**: Pola database PostgreSQL modern (optimasi kueri Supabase, penambahan indeks GIN, RLS security).** Efek**: Kecepatan kueri naik puluhan kali lipat dan tingkat keamanan data terjamin.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Otomatis terpicu saat menulis kueri SQL PostgreSQL, migrasi skema, atau aturan RLS Supabase.

:`python-patterns`

*Before*: Kode Python bergaya C/Java, loop manual, type hint diabaikan.*After*: Kode Pythonic bersih, PEP 8 compliance, type hint lengkap, generator efisien.*Impact*: Kode mudah dibaca dengan performa memori optimal.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat menulis atau merefactor kode Python (`.py`

).

:`python-testing`

*Before*: Test menggunakan unittest usang, fixtures diulang-ulang.*After*: Test suite pytest modern, fixtures modular, parametrization, coverage >80%.*Impact*: Pengujian cepat, komprehensif, dan mudah di-maintain.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat menulis atau membenarkan tes pytest (`test_*.py`

).

:`django-patterns`

*Before*: Logika bisnis ditumpuk di dalam`views.py`

atau`models.py`

.*After*: Arsitektur berlapis Django (Service layer, Selector pattern, DRF Serializers terpisah).*Impact*: Codebase Django terstruktur rapi dan mudah di-maintain.*Usage/Trigger*: Dipakai saat merancang aplikasi Django atau REST API DRF.

:`django-security`

*Before*: Pengaturan`DEBUG=True`

melolos ke produksi, proteksi CSRF di-bypass.*After*: Audit keamanan menyeluruh (penanganan ORM aman, batasan CORS/CSRF, header keamanan).*Impact*: Aplikasi Django aman dari celah OWASP Top 10.*Usage/Trigger*: Otomatis terpicu saat mengonfigurasi`settings.py`

atau titik autentikasi Django.

:`django-tdd`

*Before*: Menulis kode fitur Django dahulu, lalu malas membuat test.*After*: Workflow Red-Green-Refactor dengan`pytest-django`

dan`factory_boy`

.*Impact*: Kualitas kode terjamin sejak awal dan bebas bug regresi.*Usage/Trigger*: Dipakai saat menerapkan TDD pada fitur baru aplikasi Django.

:`django-verification`

*Before*: Push kode Django tanpa mengecek migrasi yang tertinggal.*After*: Loop verifikasi otomatis menjalankan check migrasi, flake8, pytest coverage.*Impact*: Mencegah kegagalan deployment akibat migrasi yang lupa dibuat.*Usage/Trigger*: Jalankan verifikasi sebelum PR merge pada repositori Django.

:`golang-patterns`

*Before*: Mengabaikan konvensi Go, penanganan error di-bypass (`_`

).*After*: Kode Go idiomatik, penanganan error eksplisit, struct embedding rapi.*Impact*: Performa tinggi, efisiensi memori, dan kode sangat bersih.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat mengoding file Go (`.go`

).

:`golang-testing`

*Before*: Menulis pengujian Go dengan`if got != want`

berulang-ulang.*After*: Table-driven testing idiomatik, subtests`t.Run()`

, benchmark`b.N`

, fuzz testing.*Impact*: Pengujian terstruktur dan menemukan edge case tersembunyi.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat menulis atau membenarkan tes Go (`*_test.go`

).

:`java-coding-standards`

*Before*: Penggunaan mutabilitas variabel di mana-mana,*NullPointerException*sering terjadi.*After*: Standar Java modern (Records, Immutability,`Optional`

, Stream API).*Impact*: Terhindar dari error null runtime dan struktur data aman.*Usage/Trigger*: Otomatis terpicu saat menulis kelas Java di proyek Spring Boot.

:`jpa-patterns`

*Before*: Mengalami masalah*N+1 query*dan*lazy loading exception*.*After*: Optimasi JPA/Hibernate (`@EntityGraph`

, JOIN FETCH, skema indeks tepat).*Impact*: Beban DB berkurang drastis dan kecepatan respon API melesat.*Usage/Trigger*: Dipakai saat merancang Entity JPA atau repository data Spring.

:`springboot-patterns`

*Before*: Controller memanggil DB langsung, dependensi di-inject via field`@Autowired`

.*After*: Layered Architecture (Controller -> Service -> Repository), Constructor Injection.*Impact*: Komponen mudah di-unit test dan memiliki pemisahan tanggung jawab yang jelas.*Usage/Trigger*: Dipakai saat membangun arsitektur backend Spring Boot.

:`springboot-security`

*Before*: Konfigurasi Spring Security rumit dan sering memblokir endpoint yang salah.*After*: Konfigurasi SecurityFilterChain modern, JWT stateless, RBAC, rate limiting.*Impact*: Autentikasi dan otorisasi aman sesuai standar enterprise.*Usage/Trigger*: Dipakai saat mengatur keamanan Spring Security atau token JWT.

:`springboot-tdd`

*Before*: Testing Spring Boot harus menyalakan context penuh (`@SpringBootTest`

) yang lambat.*After*: Unit test cepat dengan Mockito/JUnit 5, pengujian slice`@WebMvcTest`

, Testcontainers.*Impact*: Kecepatan run test 10x lebih cepat.*Usage/Trigger*: Dipakai saat menulis suite pengujian TDD Spring Boot.

:`springboot-verification`

*Before*: Membangun JAR tanpa memverifikasi aturan SpotBugs.*After*: Verification loop memverifikasi Gradle/Maven build, PMD/Checkstyle, tes unit & integrasi.*Impact*: Artefak buatan dipastikan 100% siap rilis.*Usage/Trigger*: Jalankan verifikasi sebelum rilis artifact JAR/WAR Spring Boot.

:`android-clean-architecture`

*Before*: Logika bisnis tercampur di dalam`MainActivity.kt`

.*After*: Arsitektur Clean (Domain UseCases, Data Repositories, Presentation ViewModels).*Impact*: Kode Android mudah diuji, di-maintain, dan mendukung KMP.*Usage/Trigger*: Otomatis terpicu saat mendesain struktur modul aplikasi Android/KMP.

:`compose-multiplatform-patterns`

*Before*: State Jetpack Compose sering ter-recompose tanpa kontrol.*After*: Pengelolaan state Compose teroptimasi (`remember`

,`derivedStateOf`

, immutable state).*Impact*: UI berjalan mulus di 60/120 FPS.*Usage/Trigger*: Dipakai saat menulis UI Jetpack Compose / Compose Multiplatform.

:`kotlin-coroutines-flows`

*Before*: Penggunaan`GlobalScope`

yang memicu memory leak.*After*: Structured Concurrency (`viewModelScope`

,`StateFlow`

,`SharedFlow`

).*Impact*: Operasi asynchronous aman dari memory leak.*Usage/Trigger*: Dipakai saat mengelola alur data asynchronous atau Coroutines.

:`kotlin-exposed-patterns`

*Before*: Menulis kueri SQL mentah di Kotlin.*After*: Pemanfaatan JetBrains Exposed ORM via DSL query atau DAO pattern.*Impact*: Akses DB type-safe dengan performa eksekusi sangat tinggi.*Usage/Trigger*: Dipakai saat mengkonfigurasi atau menulis kueri JetBrains Exposed ORM.

:`kotlin-ktor-patterns`

*Before*: Setup server Ktor tanpa struktur plugin yang jelas.*After*: Ktor server DSL rapi, modul penanganan auth, Koin DI.*Impact*: Backend Ktor sangat ringan dan cepat.*Usage/Trigger*: Dipakai saat membangun service HTTP server berbasis Ktor.

:`kotlin-patterns`

*Before*: Menulis kode Kotlin seperti Java yang di-convert otomatis.*After*: Idiom Kotlin sejati (null safety cerdas, extension functions, scope functions).*Impact*: Baris kode berkurang hingga 40% dan terbebas dari NPE.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat mengoding file Kotlin (`.kt`

).

:`kotlin-testing`

*Before*: Kesulitan menguji Coroutine dan Flow karena masalah timing thread.*After*: Testing modern dengan Kotest, MockK,`runTest`

coroutine dispatcher.*Impact*: Pengujian logika asynchronous presisi.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat menulis tes Kotlin dengan Kotest / MockK.

:`laravel-patterns`

*Before*: Menggunakan*closure routes*atau Controller raksasa.*After*: Arsitektur Laravel modern (Form Requests, Eloquent API Resources, Jobs/Queues).*Impact*: Aplikasi Laravel rapi dan mudah dibaca.*Usage/Trigger*: Otomatis terpicu saat mengoding fitur atau controller Laravel.

:`laravel-security`

*Before*: Kerentanan*Mass Assignment*, upload file tanpa validasi tipe MIME.*After*: Sanitasi input ketat, penggunaan`$fillable`

aman, proteksi CSRF/XSS.*Impact*: Aplikasi terbebas dari celah keamanan umum Laravel.*Usage/Trigger*: Dipakai saat meninjau titik autentikasi atau masukan form Laravel.

:`laravel-tdd`

*Before*: Pengujian Laravel manual lewat browser setiap kali merubah logika.*After*: TDD otomatis dengan Pest/PHPUnit,RefreshDatabase, dan Fakes.*Impact*: Siklus eksekusi test instan.*Usage/Trigger*: Dipakai saat menerapkan TDD pada fitur Laravel.

:`laravel-verification`

*Before*: Mengirim PR tanpa menjalankan PHPStan atau Pint formatter.*After*: Loop verifikasi otomatis menjalankan Laravel Pint, PHPStan, Pest test.*Impact*: Kode yang di-push selalu rapi dan bebas error sintaks.*Usage/Trigger*: Jalankan verifikasi sebelum merge Pull Request aplikasi Laravel.

:`cpp-coding-standards`

*Before*: Penggunaan pointer mentah (`raw pointers`

),`new/delete`

manual.*After*: Standar C++ Core Guidelines (Smart Pointers, RAII,`std::string_view`

).*Impact*: Kode C++ aman dari kebocoran memori dan crash pointer.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat menulis atau memutakhirkan kode C++ (`.cpp`

,`.h`

).

:`cpp-testing`

*Before*: Kesulitan mendiagnosa kenapa test C++ gagal atau crash.*After*: Suite pengujian GoogleTest/CTest terstruktur, AddressSanitizer (ASan).*Impact*: Bug memori terdeteksi langsung saat pengujian.*Usage/Trigger*: Dipakai saat menulis atau mentautkan tes GoogleTest / CTest.

:`foundation-models-on-device`

*Before*: Mengirim data teks sensitif pengguna ke cloud server eksternal.*After*: Memanfaatkan framework Apple FoundationModels untuk LLM on-device iOS 26+.*Impact*: Privasi data pengguna 100% terjaga tanpa latensi jaringan.*Usage/Trigger*: Dipakai saat mengintegrasikan LLM on-device Apple Swift (iOS 26+).

:`swift-actor-persistence`

*Before*: Masalah*data race*dan crash aplikasi saat beberapa thread membaca/menulis bersamaan.*After*: Sistem penyimpanan berbasis Swift`actor`

yang menjamin keamanan thread.*Impact*: Terbebas 100% dari bug crash akibat concurrency data race.*Usage/Trigger*: Dipakai saat membuat modul caching atau persistence lokal Swift.

:`swift-concurrency-6-2`

*Before*: Kode Swift lama penuh`@Sendable`

warnings.*After*: Penerapan Swift 6.2 Approachable Concurrency (`@concurrent`

background offloading).*Impact*: Kompilasi Swift bersih tanpa warning concurrency.*Usage/Trigger*: Otomatis terpicu saat mengoding concurrency Swift 6.2+.

:`swift-protocol-di-testing`

*Before*: Unit test Swift bergantung pada koneksi internet atau sistem file asli.*After*: Dependency Injection berbasis protocol sederhana untuk mem-mock network & filesystem.*Impact*: Pengujian unit berjalan sangat cepat dan terisolasi.*Usage/Trigger*: Dipakai saat mengkonfigurasi mock dependency injection di Swift Testing.

:`swiftui-patterns`

*Before*: Penggunaan`@StateObject`

lama yang menyebabkan re-render hirarki View.*After*: Arsitektur SwiftUI modern berbasis`@Observable`

macro (iOS 17+).*Impact*: UI SwiftUI sangat responsif.*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat merancang komponen SwiftUI View.

`swiftui-patterns`

*(Performance & Modern UI)*:*Before*: Animasi UI patah-patah saat scrolling list dengan banyak gambar.*After*: Optimasi komposisi View, lazy loading (`LazyVStack`

), pemrosesan aset background.*Impact*: Tampilan antarmuka iOS/macOS berkinerja tinggi.*Usage/Trigger*: Dipakai saat optimasi performa frame rate dan animasi SwiftUI.

:`design-patterns`

*Before*: Kode Rust terlalu rumit dengan kepemilikan bertabrakan, banyak`.clone()`

.*After*: Penerapan Rust Design Patterns (Newtype, Builder, RAII, State Machine).*Impact*: Kode Rust bersih, aman, dan efisien.*Usage/Trigger*: Otomatis terpicu saat mendesain struktur modul Rust.

:`rtk-tdd`

*Before*: Menulis fitur Rust dulu lalu kesulitan membuat test karena borrow checker.*After*: Red-Green-Refactor sejati dalam`#[cfg(test)]`

dengan Arrange-Act-Assert.*Impact*: Desain API Rust teruji sejak awal.*Usage/Trigger*: Aktif otomatis saat menambah fitur atau perbaikan pada codebase Rust (RTK).

:`rust-patterns`

*Before*: Penggunaan`.unwrap()`

berlebihan yang menyebabkan aplikasi panic di produksi.*After*: Penanganan error idiomatik dengan`Result<T, E>`

,`Option<T>`

, matching eksplisit.*Impact*: Aplikasi Rust sangat stabil (*crash-free*).*Usage/Trigger*: Otomatis aktif saat menulis atau memutakhirkan kode Rust (`.rs`

).

:`rust-testing`

*Before*: Pengujian Rust hanya mencakup kasus dasar (*happy path*).*After*: Unit test, integration test di`tests/`

, async testing Tokio, property testing.*Impact*: Daya tahan kode teruji terhadap jutaan kombinasi input.*Usage/Trigger*: Aktif saat menulis suite pengujian integrasi atau unit di Rust.

:`tdd-rust`

*Before*: Pengujian output filter teks/AST membutuhkan perbandingan string manual.*After*: Workflow TDD spesifik filter RTK menggunakan*snapshot testing*via`insta`

.*Impact*: Verifikasi output parser kompleks selesai dalam 1 detik.*Usage/Trigger*: Dipakai saat mengembangkan atau memvalidasi modul filter RTK dengan snapshot.

:`perl-patterns`

*Before*: Menulis script Perl gaya lama penuh global variable.*After*: Idiom Modern Perl 5.36+ (`use v5.36`

, lexical variables, subroutine signatures).*Impact*: Kode Perl bersih dan modern.*Usage/Trigger*: Otomatis terpicu saat mengoding script Perl (`.pl`

,`.pm`

).

:`perl-security`

*Before*: Script Perl rentan terhadap*command injection*dan*SQL injection*.*After*: Keamanan Perl tingkat tinggi (Taint mode`-T`

, DBI parameterized queries).*Impact*: Terbebas dari celah keamanan eksekusi perintah berbahaya.*Usage/Trigger*: Dipakai saat menangani input pengguna atau kueri DB pada Perl.

:`perl-testing`

*Before*: Pengujian Perl menggunakan script print manual tanpa assert standar.*After*: Suite pengujian modern dengan`Test2::V0`

,`prove`

runner,`Devel::Cover`

.*Impact*: Kualitas dan cakupan pengujian aplikasi Perl terukur.*Usage/Trigger*: Dipakai saat menulis atau merunning pengujian Perl (`*.t`

).

-
`carrier-relationship-management`

**Sebelum Pemakaian**: Negosiasi tarif logistik dan evaluasi performa kurir dilakukan tanpa data.** Sesudah Pemakaian**: Framework scorecarding terstruktur, proses RFP freight rate, dan alokasi muatan otomatis.** Efek**: Penghematan biaya pengiriman kargo dan peningkatan ketepatan waktu pengiriman.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat mengelola portofolio kurir, negosiasi rate freight, atau evaluasi vendor logistik.

-
`customs-trade-compliance`

**Sebelum Pemakaian**: Penentuan HS Code dan klausal Incoterms dilakukan manual dengan risiko denda tinggi.** Sesudah Pemakaian**: Klasifikasi HS Code otomatis, validasi dokumen ekspor-impor, optimasi skema FTA.** Efek**: Bebas dari penalti kepabeanan dan proses kliring kargo lebih cepat.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat penanganan dokumen bea cukai, klasifikasi tarif HS, atau compliance perdagangan.

-
`energy-procurement`

**Sebelum Pemakaian**: Pembayaran tagihan listrik & gas industri mengikuti tarif standar tanpa analisis beban puncak.** Sesudah Pemakaian**: Pengadaan energi terstruktur, optimasi tarif,*demand charge management*, evaluasi PPA.**Efek**: Pemotongan biaya operasional energi pabrik hingga 15-25%.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat perencanaan pengadaan energi industri, evaluasi PPA, atau optimasi tarif gas/listrik.

-
`inventory-demand-planning`

**Sebelum Pemakaian**: Stok barang gudang sering kehabisan atau kelebihan akibat ramalan manual.** Sesudah Pemakaian**: Peramalan demand berbasis algoritma kuantitatif, analisis ABC/XYZ,*safety stock*otomatis.**Efek**: Efisiensi modal kerja gudang naik, rasio*fill rate*pesanan mendekati 99%.**Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat membuat peramalan demand, kalkulasi stok aman, atau perencanaan replenishment gudang.

-
`investor-materials`

**Sebelum Pemakaian**: Pitch deck dan model finansial dibuat terpisah-pisah dengan angka proyeksi tidak konsisten.** Sesudah Pemakaian**: Pembuatan Pitch Deck, One-Pager, Memo Investor, dan Model Finansial interaktif terintegrasi.** Efek**: Dokumen fundraising profesional dan konsisten.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "buatkan investor pitch deck / financial model" atau penyusunan materi fundraising.

-
`investor-outreach`

**Sebelum Pemakaian**: Mengirim email dingin ke investor dengan template umum yang diabaikan.** Sesudah Pemakaian**: Pesan intro dan pembaruan fundraising yang terpersonalisasi dan menonjolkan matriks utama.** Efek**: Respon balik dari calon investor naik secara signifikan.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "draft cold email investor" atau pesan pembaruan progres ke investor.

-
`logistics-exception-management`

**Sebelum Pemakaian**: Keterlambatan atau kerusakan kargo ditangani lambat tanpa alur eskalasi baku.** Sesudah Pemakaian**: Protokol penanganan klaim kargo otomatis, deteksi keterlambatan dini, resolusi sengketa kurir.** Efek**: Kerugian finansial akibat barang rusak/hilang dapat diklaim secara maksimal.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat penanganan isu pengiriman terlambat, barang rusak, atau klaim asuransi kargo.

-
`market-research`

**Sebelum Pemakaian**: Riset kompetitor hanya mengandalkan pencarian Google sepintas lalu.** Sesudah Pemakaian**: Analisis lanskap pasar komprehensif, pemetaan kekuatan kompetitor, dan due diligence berlandaskan data.** Efek**: Keputusan strategi bisnis didukung oleh data intelijen pasar yang akurat.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "lakukan market research untuk industri [nama industri]".

-
`nutrient-document-processing`

**Sebelum Pemakaian**: Pemrosesan dokumen PDF/DOCX (OCR, penandatanganan, redaksi) membutuhkan banyak software terpisah.** Sesudah Pemakaian**: Pemrosesan dokumen otomatis via Nutrient DWS API (OCR instan, konversi format, redaksi, E-Signature).** Efek**: Otomasi alur kerja dokumen perusahaan menjadi digital dan aman.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat pemrosesan file PDF/DOCX via API Nutrient (OCR, sign, redact, convert).

-
`production-scheduling`

**Sebelum Pemakaian**: Penjadwalan lini produksi pabrik sering bentrok, waktu*changeover*mesin terlalu lama.**Sesudah Pemakaian**: Penjadwalan berbasis Theory of Constraints (TOC), optimasi SMED, penyeimbangan lini.** Efek**: Peningkatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan pemangkasan*downtime*.**Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat optimasi alur produksi pabrik, scheduling shift mesin, atau pencarian bottleneck.

-
`quality-nonconformance`

**Sebelum Pemakaian**: Penyelidikan produk cacat berhenti pada menyalahkan operator tanpa menemukan akar masalah asli.** Sesudah Pemakaian**: Penyelidikan Non-Conformance (NCR) berbasis 8D/5-Why, sistem CAPA terstruktur, kendali mutu statistik (SPC).** Efek**: Memenuhi standar ketat FDA/IATF 16949/AS9100 dan mencegah berulangnya cacat.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat investigasi produk cacat (NCR), penanganan CAPA, atau audit standar manufaktur.

-
`returns-reverse-logistics`

**Sebelum Pemakaian**: Proses retur barang oleh pelanggan memakan biaya tinggi dan rawan kecurangan retur.** Sesudah Pemakaian**: Alur otorisasi retur (RMA) otomatis, kriteria inspeksi barang, disposisi ekonomis, deteksi penipuan.** Efek**: Meminimalkan biaya logistik balik dan menyelamatkan nilai aset barang.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat penanganan alur retur pelanggan (RMA), klaim garansi, atau deteksi fraud retur.

-
`visa-doc-translate`

**Sebelum Pemakaian**: Penerjemahan dokumen aplikasi visa dilakukan manual satu per satu lalu disunting layoutnya.** Sesudah Pemakaian**: Penerjemahan otomatis gambar dokumen ke Bahasa Inggris dan pembuatan file PDF bilingual bersanding.** Efek**: Dokumen aplikasi visa siap diajukan dalam hitungan detik dengan format yang sangat rapi.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Ketik "terjemahkan dokumen visa ini dan buat PDF bilingual".

-
`x-api`

**Sebelum Pemakaian**: Memposting tweet/thread atau memantau sebutan secara manual dari aplikasi web Twitter.** Sesudah Pemakaian**: Integrasi penuh X/Twitter API v2 untuk otomatisasi tweet, pemutakhiran thread, analisis performa.** Efek**: Operasi akun X dapat diprogram penuh secara otomatis dan konsisten.** Cara / Kapan Diaktifkan**: Dipakai saat mengonfigurasi integrasi bot/skrip otomatisasi X/Twitter API v2.

`planner.md`

— Perencanaan fitur & arsitektur.`architect.md`

— Keputusan arsitektur sistem.`tdd-guide.md`

— Panduan TDD.`code-reviewer.md`

&`security-reviewer.md`

— Reviewer kualitas & keamanan kode.`build-error-resolver.md`

— Resolusi otomatis error kompilasi build.`python-reviewer.md`

&`database-reviewer.md`

— Reviewer khusus Python & Database/Supabase.

Seluruh skills ECC terpasang secara **global** pada direktori:
`C:\Users\fahmi\.gemini\config\skills\`
