cd /news/ai-infrastructure/data-engineering-pahlawan-tanpa-tand… · home topics ai-infrastructure article
[ARTICLE · art-137728] src=dev.to ↗ pub= topic=ai-infrastructure verified=true sentiment=↑ positive

Data Engineering: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Balik Era Big Data - 22:09

A technical explainer outlines how data engineering underpins modern AI and data science, describing it as the software discipline responsible for collecting, storing, and processing data at scale. The piece traces the field from 1970s Information Engineering Methodology through the 2010s Big Data boom, when pioneers like Google, Facebook, and Airbnb popularized the data engineer role and shifted to cloud-based, distributed infrastructure. It argues that robust data pipelines are a long-term investment for organizations pursuing data-driven transformation and AI innovation.

by read1 min views2 publishedSep 23, 2026

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana perusahaan raksasa seperti Netflix memberikan rekomendasi film yang sangat akurat, atau bagaimana Google memproses miliaran pencarian setiap detiknya? Di balik kecanggihan Artificial Intelligence (AI) dan Data Science, ada satu disiplin ilmu yang menjadi pondasi utamanya: Data Engineering.

Secara sederhana, Data Engineering adalah praktik rekayasa perangkat lunak yang berfokus pada pembangunan sistem untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data dalam skala besar. Jika seorang Data Scientist adalah koki yang meracik masakan lezat (analisis), maka Data Engineer adalah pihak yang membangun dapur canggih, memastikan bahan baku tersedia tepat waktu, dan memastikan semua peralatan berfungsi maksimal.

Tanpa Data Engineering, data yang dimiliki perusahaan hanyalah kumpulan informasi mentah yang berantakan, tidak konsisten, dan sulit diakses untuk analisis.

Konsep mengelola data sebenarnya bukan hal baru. Pada era 1970-an hingga 1980-an, dunia teknologi mengenalnya sebagai Information Engineering Methodology yang berfokus pada desain database tradisional. Namun, ledakan internet pada awal 2010-an mengubah segalanya.

Istilah Big Data muncul untuk menggambarkan volume data yang masif, cepat, dan beragam. Perusahaan teknologi pionir seperti Google, Facebook, dan Airbnb mulai mempopulerkan peran Data Engineer. Mereka beralih dari teknik penyimpanan tradisional ke infrastruktur berbasis cloud dan sistem terdistribusi untuk menangani data yang tidak lagi muat dalam satu server biasa.

Untuk menjalankan tugasnya, seorang Data Engineer menggunakan berbagai teknologi mutakhir yang memungkinkan pemrosesan data skala raksasa:

Di era sekarang, data bukan lagi sekadar urusan tim IT. Departemen pemasaran, penjualan, hingga jajaran direksi bergantung pada data untuk mengambil keputusan strategis. Data Engineering memastikan data tersebut:

Data Engineering adalah investasi jangka panjang bagi organisasi yang ingin bertransformasi menjadi perusahaan data-driven. Dengan infrastruktur data yang kokoh, pintu menuju inovasi AI dan analisis mendalam akan terbuka lebar. Jadi, sebelum kita terpukau oleh prediksi AI yang canggih, mari berikan apresiasi kepada para insinyur yang telah membangun fondasinya!

── more in #ai-infrastructure 4 stories · sorted by recency
── more on @google 3 stories trending now
sponsored brought to you by zahid.host 4,200+ EU-deployed projects
reading about agents? ship yours in a single git push.

Run your AI side-project on zahid.host

EU-based hosting, git-push deploys, automatic HTTPS, no cold starts. Free tier with a custom domain — perfect for shipping the agent you just read about.

$git push zahid main
Live at https://your-agent.zahid.host
Get free account → Pricing
from €0/mo · no card required
LIVE [news/data-engineering-pah…] indexed:0 read:1min 2026-09-23 ·