ByteDance dan Alibaba Satukan Alat Kerja AI demi Pasar Perusahaan ByteDance Technology and Alibaba Group Holding are integrating their AI-powered office tools to target the paid enterprise market, with ByteDance merging its Feishu and Doubao AI assistant teams into a new Doubao product team led by Zhao Qi, and Alibaba combining its QoderWork, Wukong, and MuleRun agent products into QwenWork. The restructuring, announced on July 30 for ByteDance and July 27 for Alibaba, aims to accelerate commercialization and reduce overlapping work, as industry analysts note that enterprise adoption requires integration with work platforms. JAKARTA - ByteDance dan Alibaba mulai menyatukan alat kerja berbasis kecerdasan buatan atau AI. Dua raksasa internet China itu tidak lagi hanya mengejar pengguna umum, tetapi mulai membidik pasar perusahaan berbayar. Yicai Global dikutip Selasa, 4 Agustus, melaporkan, ByteDance Technology dan Alibaba Group Holding mulai mengintegrasikan produk perkantoran berbasis AI untuk mempercepat komersialisasi aplikasi AI. Di ByteDance, tim produk Feishu dan asisten AI Doubao akan digabung menjadi tim produk Doubao yang baru. Tim itu dipimpin Direktur Doubao Zhao Qi. Perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut mengumumkan perubahan itu pada 30 Juli. Setelah restrukturisasi, Kepala Feishu Xie Xin akan melapor kepada Zhao. Alibaba juga bergerak ke arah serupa. Pada 27 Juli, perusahaan itu menggabungkan tiga produk agennya, yakni QoderWork, Wukong, dan MuleRun, menjadi produk baru bernama QwenWork. Alibaba memakai QoderWork sebagai fondasi. Kemampuan Wukong dan MuleRun kemudian dimasukkan untuk membangun produk AI yang lebih kuat bagi kebutuhan produktivitas perusahaan. Agen AI adalah sistem berbasis AI yang dapat membantu menjalankan tugas tertentu, bukan hanya menjawab pertanyaan. Dalam dunia kerja, agen AI bisa dipakai untuk membantu kolaborasi, menyusun pekerjaan, dan menyelesaikan tugas bisnis. BACA JUGA: Analis industri Zhang Shule mengatakan kepada Yicai, salah satu tujuan utama integrasi ekosistem produktivitas kerja oleh raksasa internet adalah komersialisasi. Menurut Zhang, model AI serbaguna yang dikembangkan perusahaan teknologi besar diarahkan untuk penggunaan kantor. Namun, pasar perusahaan baru bisa digarap lebih dalam jika model itu digabung dengan platform kerja masing-masing. Dengan pola itu, perusahaan teknologi dapat bergerak dari pengguna konsumen ke pasar perusahaan yang lebih besar untuk solusi kantor bergerak berbayar. Restrukturisasi ByteDance juga menyentuh sisi bisnis. Tim Go-To-Market atau GTM Feishu, yang menangani pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan, akan digabung dengan Volcano Engine. Volcano Engine adalah unit ByteDance yang menangani komputasi awan dan layanan teknologi perusahaan. Keduanya akan membentuk unit GTM baru yang berfokus pada bisnis. Unit itu mengawasi pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan untuk layanan awan ByteDance, termasuk bisnis Model-as-a-Service dan Software-as-a-Service. Model-as-a-Service adalah layanan akses model AI melalui platform awan. Software-as-a-Service adalah layanan perangkat lunak yang digunakan lewat internet tanpa harus dipasang penuh di perangkat pengguna. Kepala Volcano Engine Tan Dai akan memimpin unit baru tersebut. Direktur Penjualan Feishu Lin Chan serta Kepala Strategi dan Pemasaran Feishu Shi Zhijun akan melapor kepadanya. Seorang sumber internal Feishu mengatakan, setelah penggabungan, Volcano Engine akan bertanggung jawab atas bisnis MaaS. Feishu akan memakai Doubao untuk menghadirkan solusi produktivitas di tingkat produk. Menurut sumber itu, restrukturisasi dilakukan untuk mengurangi pekerjaan yang tumpang tindih dan pemborosan sumber daya. Feishu juga dinilai bisa keluar dari batas pasar perangkat lunak perkantoran tradisional yang relatif rendah. Dengan Doubao, Feishu dapat membangun solusi produktivitas berbasis AI. Yicai Global menyebut, QwenWork milik Alibaba sudah mulai diuji dalam skala kecil dan telah meluncurkan klien desktop lokal. QwenWork berikutnya berencana merilis versi web dan versi yang tertanam di DingTalk, platform kolaborasi kerja milik Alibaba yang berbasis di Hangzhou. Analis senior Analysys, Chen Chen, mengatakan persaingan agen kantor AI akan makin ditentukan oleh kemampuan bekerja dalam skenario bisnis nyata. Kualitas dan keandalan penyelesaian tugas akan menjadi pembeda. Menurut Chen, kemampuan tingkat perusahaan juga makin penting. Hal itu mencakup kolaborasi tim, pengaturan izin bertingkat, penggunaan ulang pengetahuan bisnis, keamanan, dan kepatuhan. Ia mengatakan pasar aplikasi kantor AI akan bergerak menuju integrasi lebih dalam dengan ekosistem kerja kolaboratif. Chen juga menilai kanal pengadaan perusahaan akan terbuka seiring membaiknya kebijakan untuk agen AI dan penerapan standar nasional untuk protokol interkoneksi agen. Menurut Chen, jalur untuk mengubah pengguna konsumen menjadi pengguna berbayar secara bertahap dapat mulai terbentuk tahun depan. Add VOI as a Preferred Source Follow VOI news updates across Google. + https://www.google.com/preferences/source?q=https://voi.id Tag Terpopuler prabowo subianto https://voi.id/tag/15/prabowo-subianto donald trump https://voi.id/tag/29/donald-trump febrie adriansyah https://voi.id/tag/15361/febrie-adriansyah konflik timur tengah https://voi.id/tag/18400/konflik-timur-tengah giias 2026 https://voi.id/tag/18873/giias-2026